AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Minggu, 12 Juli 2026 - 06:20 WIB
Investor yang disebut tertarik masuk antara lain Tencent dan produsen baterai terbesar dunia, CATL.
Sementara itu, kenaikan valuasi Unitree juga ditopang investasi dari perusahaan besar maupun dana yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah.
Konsultan Hurun mencatat sedikitnya 80 startup China berhasil menembus valuasi USD1 miliar hanya dalam paruh pertama 2026.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 jumlahnya hanya mencapai 22 perusahaan.
Pasar saham juga mulai hidup kembali setelah regulator sebelumnya membatasi IPO karena khawatir penawaran saham baru akan menyedot likuiditas dari pasar yang sedang lesu.
Perusahaan-perusahaan China telah menghimpun sekitar USD32 miliar melalui IPO sepanjang tahun ini, dua kali lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produsen chip memori CXMT bahkan dilaporkan tengah menyiapkan IPO senilai USD4,3 miliar, salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Namun kebangkitan pasar modal China memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan negara-negara Barat.
Pada era awal reformasi ekonomi China pada 1990-an, pasar modal sering kali digunakan untuk menyalurkan dana kepada perusahaan milik negara, bukan untuk mencari keuntungan maksimal bagi investor.
Kini pola serupa kembali muncul, hanya saja penerima dana bukan lagi perusahaan negara tradisional, melainkan startup teknologi.
Produsen chip milik negara SMIC, misalnya, telah membentuk dana investasi yang memiliki kepemilikan di lebih dari 400 perusahaan semikonduktor.
Xiaomi juga membentuk dana investasi bersama pemerintah Provinsi Hubei yang telah menanamkan modal di lebih dari 100 perusahaan.
Bagi manajer investasi, keterlibatan pemerintah memang membawa modal besar, tetapi juga disertai syarat yang ketat.
Dana tersebut harus diarahkan kepada sektor yang sesuai dengan prioritas teknologi Partai Komunis China.
Akibatnya, sejumlah investor menilai banyak perusahaan memperoleh pendanaan bukan karena inovasinya paling menjanjikan, melainkan karena sesuai dengan agenda industri pemerintah.
Sementara itu, kenaikan valuasi Unitree juga ditopang investasi dari perusahaan besar maupun dana yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah.
Konsultan Hurun mencatat sedikitnya 80 startup China berhasil menembus valuasi USD1 miliar hanya dalam paruh pertama 2026.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 jumlahnya hanya mencapai 22 perusahaan.
Pasar saham juga mulai hidup kembali setelah regulator sebelumnya membatasi IPO karena khawatir penawaran saham baru akan menyedot likuiditas dari pasar yang sedang lesu.
Perusahaan-perusahaan China telah menghimpun sekitar USD32 miliar melalui IPO sepanjang tahun ini, dua kali lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produsen chip memori CXMT bahkan dilaporkan tengah menyiapkan IPO senilai USD4,3 miliar, salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Negara Memilih Pemenang
Namun kebangkitan pasar modal China memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan negara-negara Barat.
Pada era awal reformasi ekonomi China pada 1990-an, pasar modal sering kali digunakan untuk menyalurkan dana kepada perusahaan milik negara, bukan untuk mencari keuntungan maksimal bagi investor.
Kini pola serupa kembali muncul, hanya saja penerima dana bukan lagi perusahaan negara tradisional, melainkan startup teknologi.
Produsen chip milik negara SMIC, misalnya, telah membentuk dana investasi yang memiliki kepemilikan di lebih dari 400 perusahaan semikonduktor.
Xiaomi juga membentuk dana investasi bersama pemerintah Provinsi Hubei yang telah menanamkan modal di lebih dari 100 perusahaan.
Bagi manajer investasi, keterlibatan pemerintah memang membawa modal besar, tetapi juga disertai syarat yang ketat.
Dana tersebut harus diarahkan kepada sektor yang sesuai dengan prioritas teknologi Partai Komunis China.
Akibatnya, sejumlah investor menilai banyak perusahaan memperoleh pendanaan bukan karena inovasinya paling menjanjikan, melainkan karena sesuai dengan agenda industri pemerintah.
Lihat Juga :