Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya

Jum'at, 10 Juli 2026 - 15:01 WIB
Tergantung pada hukum yang berlaku, pengangkutan senjata api seringkali jauh dari mudah, terutama ketika senjata tersebut berfungsi penuh.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer adalah orang pertama yang menyebutkannya. Dalam penerbangan pulang dari Ankara— tempat para pemimpin NATO berkumpul selama dua hari—Starmer mengatakan dia dan yang lainnya menerima revolver yang diukir dengan nama mereka. Revolver itu dilengkapi dengan perlengkapan pembersih dan 500 peluru, kata sumber Downing Street.

Juru bicara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan semua pemimpin telah diberi model yang sama, dengan nama mereka terukir di larasnya.

Presiden Slovakia Peter Pellegrini memperlihatkan hadiah yang diberikan kepada wartawan selama perjalanan pulangnya dengan pesawat, sebagaimana dikutip dari NDTV, Jumat (10/7/2026).

Adegan Imigrasi



Hadiah yang tidak biasa ini menimbulkan beberapa adegan "gila" di antara tim keamanan berbagai delegasi.

Perdana Menteri Belgia Bart De Wever menyerahkannya kepada polisi bandara Brussels untuk diamankan di brankas.

Seorang ajudan Presiden Polandia Karol Nawrocki mengatakan kepada Radio RMF FM bahwa revolvernya sedang menunggu izin bea cukai di Bandara Warsawa dan akan disimpan di tempat yang tepat. "Agar pertama-tama aman dan kedua dihormati sebagai hadiah," katanya.

"Tentu saja tidak ada yang akan menembakkannya," ujarnya.

Kantor Perdana Menteri Belanda dan Swedia mengatakan bahwa revolver mereka telah dibawa ke kedutaan masing-masing di Ankara. Revolver Belanda akan dinonaktifkan sementara revolver Swedia sedang menunggu dokumen impor.

Revolver Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni sudah disimpan di pusat pemerintahan, Palazzo Chigi, bersama dengan hadiah kenegaraan lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!