20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Jum'at, 10 Juli 2026 - 09:41 WIB
"Kesepakatan gencatan senjata telah berakhir. Karena orang Iran adalah sampah. Bahwa rakyat Iran sakit yang dipimpin oleh orang-orang sakit," katanya. "Mereka adalah orang-orang yang kejam dan bengis," imbuh Trump.
Pada hari Kamis, militer AS kembali menyerang wilayah Iran dengan mengklaim telah menghancurkan puluhan target. IRGC pun membalas dengan menyerang pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain. IRGC juga menyerang pangkalan Yordania yang dioperasikan AS dan Pusat Komando AS di Timur Tengah dengan 10 rudal balistik.
"Jika militer AS yang teroris mengulangi agresinya, pangkalan AS lainnya di wilayah tersebut tidak akan aman dari tembakan berat kami," kata IRGC.
Sekadar diketahui, Pusat Komando Amerika di Timur Tengah bermarkas di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Pihak Qatar sebelumnya juga mengeluarkan peringatan darurat.
Sementara itu, militer Yordania mengeklaim telah mencegat delapan rudal yang ditembakkan dari Iran. "Sistem pertahanan udara Yordania mencegat dan menembak jatuh, hari ini, Kamis, delapan rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Yordania," kata militer kerajaan tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP, Jumat (10/7/2026).
"Pencegatan ini mengakibatkan jatuhnya sejumlah pecahan, tanpa korban jiwa atau kerusakan material," lanjut pernyataan tersebut. "Kami tidak akan mengizinkan pelanggaran wilayah udara Yordania oleh pihak mana pun," imbuh militer Yordania.
Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani sebelumnya mengatakan bahwa sirene diaktifkan setelah wilayah udara mereka dilanggar oleh rudal yang diluncurkan dari Iran. "Rudal tersebut telah ditangani dan dicegat," katanya.
Pada hari Kamis, militer AS kembali menyerang wilayah Iran dengan mengklaim telah menghancurkan puluhan target. IRGC pun membalas dengan menyerang pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain. IRGC juga menyerang pangkalan Yordania yang dioperasikan AS dan Pusat Komando AS di Timur Tengah dengan 10 rudal balistik.
"Jika militer AS yang teroris mengulangi agresinya, pangkalan AS lainnya di wilayah tersebut tidak akan aman dari tembakan berat kami," kata IRGC.
Sekadar diketahui, Pusat Komando Amerika di Timur Tengah bermarkas di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Pihak Qatar sebelumnya juga mengeluarkan peringatan darurat.
Sementara itu, militer Yordania mengeklaim telah mencegat delapan rudal yang ditembakkan dari Iran. "Sistem pertahanan udara Yordania mencegat dan menembak jatuh, hari ini, Kamis, delapan rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Yordania," kata militer kerajaan tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP, Jumat (10/7/2026).
"Pencegatan ini mengakibatkan jatuhnya sejumlah pecahan, tanpa korban jiwa atau kerusakan material," lanjut pernyataan tersebut. "Kami tidak akan mengizinkan pelanggaran wilayah udara Yordania oleh pihak mana pun," imbuh militer Yordania.
Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani sebelumnya mengatakan bahwa sirene diaktifkan setelah wilayah udara mereka dilanggar oleh rudal yang diluncurkan dari Iran. "Rudal tersebut telah ditangani dan dicegat," katanya.
Lihat Juga :