Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Kamis, 09 Juli 2026 - 16:26 WIB
Kerumunan besar membawa bendera dan poster menghadiri upacara perpisahan yang diadakan untuk mantan pemimpin Iran Ali Khamenei, yang terbunuh dalam serangan AS-Israel di Najaf, Iran pada 8 Juli 2026. Foto/Karar Essa/Anadolu Agency
MASHHAD - Satu pesawat yang membawa peti jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mendarat di kota suci Mashhad di bagian timur menjelang pemakamannya pada Kamis (9/7/2026). Kantor berita resmi IRNA menayangkan rekaman pesawat Mahan Air yang melaju di landasan pacu bandara setelah mendarat di kota kelahiran Khamenei.
Ia dipindahkan dari Irak, tempat upacara pemakaman berlangsung di kota-kota suci Najaf dan Karbala dengan jutaan orang yang hadir.
Prosesi pemakaman Khamenei itu berlangsung seiring serangan terbaru antara AS dan Iran. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk puluhan serangan AS, termasuk di dua jembatan kereta api.
Iran menyebut klaim Washington bahwa serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz sebagai "dalih palsu".
Serangan AS, yang mengakibatkan 14 kematian dan puluhan luka-luka, termasuk di antara angkatan bersenjata, melanggar Piagam PBB serta perjanjian gencatan senjata.
Analis militer dan pertahanan Alex Alfirraz Scheers mengatakan Iran siap kembali ke konflik skala besar dengan AS jika itu berarti mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.
Ia dipindahkan dari Irak, tempat upacara pemakaman berlangsung di kota-kota suci Najaf dan Karbala dengan jutaan orang yang hadir.
Prosesi pemakaman Khamenei itu berlangsung seiring serangan terbaru antara AS dan Iran. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk puluhan serangan AS, termasuk di dua jembatan kereta api.
Iran menyebut klaim Washington bahwa serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz sebagai "dalih palsu".
Serangan AS, yang mengakibatkan 14 kematian dan puluhan luka-luka, termasuk di antara angkatan bersenjata, melanggar Piagam PBB serta perjanjian gencatan senjata.
Analis militer dan pertahanan Alex Alfirraz Scheers mengatakan Iran siap kembali ke konflik skala besar dengan AS jika itu berarti mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.
Lihat Juga :