Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
Kamis, 09 Juli 2026 - 07:26 WIB
Komentar Trump muncul setelah dia menyatakan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Iran berakhir. Dia menyebut para negosiator Iran sebagai "sampah".
"Saya sama sekali tidak menyukai mereka. Dan terus terang, saya pikir kita telah membuang banyak waktu dengan mereka, saya pikir kita seharusnya hanya melakukan urusan kita sendiri," kata Trump dalam pernyataan pertamanya setelah AS menyerang 80 situs di Iran pada Rabu.
"Mereka orang-orang yang kejam dan brutal...sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir," imbuh Trump.
Trump menambahkan bahwa perwakilan AS dapat melanjutkan negosiasi, tetapi dia meragukan hasilnya. "Mereka bisa berbicara, tetapi saya pikir mereka membuang-buang waktu," katanya.
Bahkan di lokasi prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, seruan untuk membunuh Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergema di kompleks ibadah Grand Mosalla yang penuh sesak di Teheran.
Poster dan grafiti yang berisi seruan pembunuhan tersebut juga bermunculan di Grand Mosalla.
"Saya sama sekali tidak menyukai mereka. Dan terus terang, saya pikir kita telah membuang banyak waktu dengan mereka, saya pikir kita seharusnya hanya melakukan urusan kita sendiri," kata Trump dalam pernyataan pertamanya setelah AS menyerang 80 situs di Iran pada Rabu.
"Mereka orang-orang yang kejam dan brutal...sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir," imbuh Trump.
Trump menambahkan bahwa perwakilan AS dapat melanjutkan negosiasi, tetapi dia meragukan hasilnya. "Mereka bisa berbicara, tetapi saya pikir mereka membuang-buang waktu," katanya.
Bahkan di lokasi prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, seruan untuk membunuh Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergema di kompleks ibadah Grand Mosalla yang penuh sesak di Teheran.
Poster dan grafiti yang berisi seruan pembunuhan tersebut juga bermunculan di Grand Mosalla.
Lihat Juga :