Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya

Kamis, 09 Juli 2026 - 07:26 WIB
"Mulai sekarang kain kafan adalah pakaian kita. Aku bersumpah demi darahmu; pembunuhan Trump adalah tanggung jawab kita," kata Mohammad Rasouli, seorang penyair yang memandu acara sebelum salat jenazah untuk almarhum Khamenei beberapa hari lalu, kepada kerumunan melalui pengeras suara.

"Mengapa orang paling bejat di dunia masih hidup? Dunia bukan lagi tempat yang baik untuk Trump. Mengapa kita tidak membunuh orang yang membunuh imam kita? Akan menjadi aib jika kita tidak melakukannya," imbuhnya saat kerumunan bersorak.

"Saya datang ke sini untuk berteriak dan membalas dendam," kata Gholamreza Sabooni, seorang pria berusia 29 tahun yang bekerja di toko kelontong. "Mereka membunuh imam kita. Kita harus membunuh pemimpin mereka, Trump."

Pemakaman Khamenei, yang puncaknya berakhir hari Kamis, seharusnya menjadi periode dengan ketegangan yang lebih rendah—meskipun para pelayat berulang kali menyerukan pembunuhan Trump dan Netanyahu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!