Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 - 15:09 WIB
"Kapal pesiar Atlantis tempat saya akan tampil minggu depan telah dilarang memasuki Turki. Sebuah kapal—kapal yang megah— penuh dengan pria gay. Dan saya. Ditolak masuk ke Turki hanya karena siapa yang ada di dalamnya. Saya sangat marah, tetapi saya akan berlayar, karena kapal akan singgah di pelabuhan lain. Saya siap tampil untuk semua pria hebat di kapal pesiar Atlantis ini, yang pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari ini," tulisnya.

Setelah pembatalan tersebut, penyelenggara mengatakan pelayaran akan dialihkan, dengan pemberhentian yang direncanakan di Kairo, Mesir dan pulau Kreta di Yunani, bukan di Turki.

Turki telah menjadi sorotan kelompok hak asasi manusia atas sikap kerasnya terhadap hak-hak LGBTQ+. Meskipun homoseksualitas tidak ilegal di negara itu, pawai Pride di Istanbul telah dilarang sejak 2015, dengan pihak berwenang menyebutkan alasan keamanan. Presiden Recep Tayyip Erdogan dan anggota partainya sering dikritik karena menggunakan retorika keras terhadap komunitas LGBTQ+.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!