Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran

Minggu, 05 Juli 2026 - 07:06 WIB
Dia menambahkan bahwa Selat Bab el-Mandeb dapat menciptakan situasi di mana semua pengiriman minyak akan diblokir. "Dan semua negara yang mencari konflik di Timur Tengah harus mengingat hal ini," ujarnya.

Medvedev, yang pernah menjabat sebagai presiden dan perdana menteri Rusia, mengumumkan bahwa dia telah membahas dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian gagasan tentang platform negara-negara yang dikenai sanksi untuk melawan pembatasan "ilegal".

"Saya percaya kita dapat terus bekerja ke arah ini. Kebetulan, ini adalah salah satu topik yang kami bahas dengan Presiden Pezeshkian selama pertemuan saya," paparnya. Menurut Medvedev, platform tersebut dapat mencakup China dan negara-negara lain selain Rusia dan Iran.

Bagi Medvedev, proses mencapai kesepakatan akhir antara Iran dan Amerika Serikat akan sangat sulit. "Memorandum of Understanding antara Iran dan Amerika Serikat meletakkan dasar untuk negosiasi lebih lanjut," ujarnya, yang dilansir Russia Today, Minggu (5/7/2026).

"Sekarang ada dokumen, dan tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan akhir telah berlalu. Sejujurnya, saya pikir proses ini akan sangat sulit. Akan sangat sulit untuk mencapai kesepakatan mengenai beberapa isu, termasuk, misalnya, alokasi dana untuk rekonstruksi Iran," imbuh dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!