Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'

Minggu, 05 Juli 2026 - 05:42 WIB
"Kami datang karena kami berjanji kepada pemimpin tertinggi bahwa kami akan tetap bersamanya sampai akhir," kata Reza, seorang profesor universitas berusia 37 tahun, kepada AFP.

"Semua orang ini ada di sini untuknya. Kami berteriak lama bahwa kami akan mengorbankan hidup kami untuk pemimpin, tetapi dialah yang mengorbankan dirinya untuk kami."

Kerumunan disemprot air karena suhu di Teheran mencapai pertengahan tiga puluhan derajat Celcius, sementara kios-kios darurat menyediakan minuman di area sekitar tempat acara.

Banyak orang memarkir mobil mereka beberapa kilometer dari kompleks tersebut dan berjalan kaki sisanya karena pembatasan lalu lintas yang diberlakukan di seluruh ibu kota.

Upacara pemakaman tersebut mengikuti acara peringatan untuk Khamenei pada hari Jumat di tempat yang sama, yang dihadiri oleh delegasi dari beberapa negara.

Khamenei meninggal pada usia 86 tahun di kompleks kediamannya di pusat Teheran pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan awal perang, memicu konflik yang menyebar ke seluruh wilayah.

Bulan lalu AS dan Iran menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri perang, meskipun negosiasi tentang penyelesaian permanen masih berlangsung dan telah terjadi baku tembak sporadis sejak kesepakatan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!