Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Jum'at, 03 Juli 2026 - 08:10 WIB
Kementerian Dalam Negeri akan segera mengumumkan temuan awal mereka, kata Gubernur Damaskus Maher Idlibi. Idlibi mengatakan alat peledak itu tampak "primitif" dan bersumpah bahwa para pelaku akan dimintai pertanggungjawaban.
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa orang yang terluka tergeletak di tanah, dengan petugas polisi berada di dekatnya. Ambulans kemudian bergegas ke lokasi kejadian untuk merawat orang-orang di tempat dan membawa korban luka parah ke rumah sakit di ibu kota Suriah. Kafe tersebut sering dikunjungi oleh para pengacara yang bekerja di lingkungan tersebut.
Jalal Aljanani, pemilik restoran di sebelahnya, berlari menuju kafe ketika mendengar ledakan dan merasa ngeri melihat mayat-mayat di lantai.
"Kami membawa para korban ke mobil sampai polisi lalu lintas tiba," katanya kepada Associated Press, Jumat (3/7/2026). "Banyak dari mereka menderita luka parah akibat benturan, dan hampir semuanya berdarah," ujarnya.
Sejak menggulingkan dinasti Assad dan merebut kekuasaan dalam pemberontakan kilat pada Desember 2024, penguasa baru Suriah telah menindak para militan dari kelompok ekstremis Islamic State atau ISIS dalam upaya untuk menggagalkan serangan di dalam dan sekitar ibu kota.
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa orang yang terluka tergeletak di tanah, dengan petugas polisi berada di dekatnya. Ambulans kemudian bergegas ke lokasi kejadian untuk merawat orang-orang di tempat dan membawa korban luka parah ke rumah sakit di ibu kota Suriah. Kafe tersebut sering dikunjungi oleh para pengacara yang bekerja di lingkungan tersebut.
Jalal Aljanani, pemilik restoran di sebelahnya, berlari menuju kafe ketika mendengar ledakan dan merasa ngeri melihat mayat-mayat di lantai.
"Kami membawa para korban ke mobil sampai polisi lalu lintas tiba," katanya kepada Associated Press, Jumat (3/7/2026). "Banyak dari mereka menderita luka parah akibat benturan, dan hampir semuanya berdarah," ujarnya.
Sejak menggulingkan dinasti Assad dan merebut kekuasaan dalam pemberontakan kilat pada Desember 2024, penguasa baru Suriah telah menindak para militan dari kelompok ekstremis Islamic State atau ISIS dalam upaya untuk menggagalkan serangan di dalam dan sekitar ibu kota.
Lihat Juga :