10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya

Senin, 29 Juni 2026 - 13:37 WIB
Iran dan AS sudah duduk di menja perundingan sebanyak 10 kali. Foto/X
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) dan Iran berulang kali memilih jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Sejak April 2025, kedua negara beberapa kali menggelar perundingan yang dimediasi Oman, disusul dialog lanjutan di Italia, Swiss, Pakistan, hingga Qatar.

Meski sejumlah putaran negosiasi menghasilkan kemajuan, mulai dari pembukaan kembali jalur komunikasi hingga kesepahaman untuk menghentikan sementara aksi militer, belum satu pun berujung pada perjanjian damai yang benar-benar mengakhiri konflik. Perbedaan kepentingan terkait program nuklir, sanksi ekonomi, dan keamanan kawasan masih menjadi penghalang utama.



10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya

1. Putaran Pertama di Muscat, Oman (12 April 2025)

Setelah bertahun-tahun tanpa dialog resmi, Washington dan Teheran kembali membuka komunikasi melalui mediasi Oman.

Hasil perundingan:

-Jalur komunikasi diplomatik kembali dibuka.

-Kedua negara sepakat melanjutkan pembicaraan.

-Pertemuan disebut berlangsung positif dan konstruktif.

2. Putaran Kedua di Roma, Italia (19 April 2025)

Pembahasan mulai memasuki isu utama, yakni program nuklir Iran dan sanksi ekonomi AS.

Hasil perundingan:

-AS menawarkan pelonggaran sebagian sanksi.

-Iran diminta membatasi pengayaan uranium.

-Belum tercapai kesepakatan final.

3. Putaran Ketiga di Muscat (26 April 2025)

Negosiasi memasuki tahap teknis dengan melibatkan para ahli.

Hasil perundingan:

-Disusun kerangka awal rancangan kesepakatan.

-Dibahas mekanisme inspeksi dan verifikasi fasilitas nuklir.

-Kedua pihak mengakui adanya kemajuan.

4. Putaran Keempat di Muscat (11 Mei 2025)

Perundingan semakin intensif dengan fokus pada penyelesaian berbagai persoalan teknis.

Hasil perundingan:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!