Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat

Jum'at, 26 Juni 2026 - 15:33 WIB
Qassem juga menyerukan kepada otoritas Lebanon untuk “menyatukan barisan melawan musuh, menghentikan pelaksanaan perintah mandat dan kepentingan Amerika dan Israel.”

Dia juga menegaskan, “Pengekangan adalah bagian dari strategi kesabaran yang disengaja, dan bukan kelemahan. Ketahanan adalah jalan menuju kemenangan.”

“Kesabaran kita membentuk masa depan, membalikkan persamaan, dan mematahkan tirani penindas,” papar dia.

Dia juga menolak pelucutan senjata di utara Sungai Litani. “Senjata akan dibahas secara internal setelah penarikan Israel secara penuh dan tanpa syarat. Kita menghentikan agresi ini yang bertujuan untuk melenyapkan kita,” ujar dia.

“Perlawanan adalah hasil dari pendudukan Israel. Pejuang kita berada di perbukitan Ali Taher,” ungkap dia.

Sementara itu, pembicaraan yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon yang dijadwalkan berakhir tadi malam akan berlanjut satu hari lagi, dan akan dilanjutkan di Washington hari ini.

Pembicaraan ini merupakan putaran kelima diskusi yang dimulai awal pekan ini untuk membahas proposal yang didukung AS mengenai pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran.

Negosiasi tersebut berfokus pada penyerahan sebagian wilayah yang diduduki Israel kepada militer Lebanon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!