Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Kamis, 25 Juni 2026 - 12:35 WIB
Hanya beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, yang menggunakan Fahrenheit sebagai skala resmi mereka. Sebagian besar dunia menggunakan skala Celsius, yang dinamai menurut astronom Swedia Anders Celsius, yang menemukan skala titik beku dan titik didih 0-100 derajat, meskipun awalnya terbalik, pada tahun 1742.
Kelembapan mengukur seberapa banyak uap air yang ada di udara. Kelembapan ini memperlambat penguapan keringat, sehingga tubuh Anda tidak dapat mendinginkan diri secara efektif.
Dalam cuaca panas, angin sepoi-sepoi dapat membantu menguapkan keringat, sehingga terasa lebih sejuk.
Meskipun termometer menunjukkan suhu yang sama, sinar matahari langsung menambah kehangatan ekstra, itulah sebabnya area yang teduh terasa lebih sejuk.
3. Banyak Faktor yang Mempengaruhi
Suhu udara saja seringkali tidak sesuai dengan seberapa panas yang dirasakan oleh tubuh Anda. Itulah mengapa prakiraan cuaca melaporkan suhu "terasa seperti", yang menyesuaikan suhu udara berdasarkan faktor-faktor seperti kelembapan, kecepatan angin, dan paparan sinar matahari.Kelembapan mengukur seberapa banyak uap air yang ada di udara. Kelembapan ini memperlambat penguapan keringat, sehingga tubuh Anda tidak dapat mendinginkan diri secara efektif.
Dalam cuaca panas, angin sepoi-sepoi dapat membantu menguapkan keringat, sehingga terasa lebih sejuk.
Meskipun termometer menunjukkan suhu yang sama, sinar matahari langsung menambah kehangatan ekstra, itulah sebabnya area yang teduh terasa lebih sejuk.
(ahm)
Lihat Juga :