Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:25 WIB
Israel intervensi pilpres di Kolombia. Foto/X/@EndWokeness
GAZA - Presiden Kolombia yang akan segera lengser dari sayap kiri, Gustavo Petro, menuduh adanya kecurangan pemilu setelah hasil sementara dari putaran kedua pemilihan presiden menunjukkan kandidat pilihannya kalah dengan selisih suara yang kecil.

Dalam serangkaian unggahan di situs media sosial X pada hari Senin, Petro menuduh bahwa oposisi membeli suara dan Israel serta Amerika Serikat ikut campur untuk membantu kandidat sayap kanan oposisi Abelardo de la Espriella menang.



Petro menolak untuk mengakui hasil tersebut dan menyerukan penyelidikan oleh lembaga peradilan.

Presiden, yang dilarang oleh konstitusi untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua, adalah presiden sayap kiri pertama Kolombia, yang membuatnya berselisih dengan AS.

Pemerintahannya dipuji karena reformasi yang meningkatkan pengeluaran sosial, menaikkan upah minimum, dan mendistribusikan kembali tanah kepada keluarga miskin. Petro juga memutuskan hubungan dengan Israel terkait perang genosida Israel di Gaza dan menjauhkan diri dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 5 Faktanya

1. Tidak Ada Capres yang Meraih 50%

Melansir Al Jazeera, putaran pertama pemilihan presiden diadakan pada 31 Mei. Baik Abelardo de la Espriella dari gerakan sayap kanan Pembela Tanah Air dan Senator Ivan Cepeda dari partai penguasa Pakta Bersejarah – tidak memperoleh setidaknya 50 persen suara, sehingga diadakan putaran kedua pada hari Minggu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!