PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:29 WIB
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (kedua dari kanan) dan Kepala Staf Angkatan Darat dan Kepala Staf Pertahanan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir (kanan) bertemu dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kedua dari kiri) dan Menteri Luar N
ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Selasa (23/6/2026) mengatakan Amerika Serikat dan Iran akan membahas isu nuklir, rudal balistik, dan aset Iran yang dibekukan dalam pembicaraan tingkat teknis untuk mencapai kesepakatan permanen. Pernyataan itu diungkap menyusul pembicaraan Swiss yang “berhasil”.

“Kedua pihak (sekarang) akan membahas isu nuklir, aset yang dibekukan, dan isu rudal balistik dalam 60 hari ke depan. Kami berharap MoU tersebut akan berubah menjadi kesepakatan jangka panjang dalam 60 hari ke depan,” kata Sharif kepada anggota parlemen selama pidatonya di Majelis Nasional.



Ia merujuk pada Nota Kesepahaman Islamabad, yang ditandatangani AS dan Iran pada 17 Juni. Pakistan juga menandatangani MoU tersebut sebagai mediator.

Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Selasa mengatakan kemampuan rudal Teheran tidak dibahas dalam negosiasi dengan AS di Swiss dan menolak mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengunjungi fasilitas nuklir yang menjadi sasaran selama perang AS-Israel melawan Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan program rudal Iran tidak pernah dimasukkan dalam pembicaraan dengan Washington.

Baqaei juga mengatakan Teheran tidak bermaksud mengizinkan inspektur IAEA mengakses fasilitas nuklir yang diserang oleh AS dan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!