Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz

Senin, 22 Juni 2026 - 13:58 WIB
Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas global, secara efektif diblokir selama permusuhan yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.

Teheran telah setuju untuk membukanya kembali berdasarkan kesepakatan awal yang ditandatangani oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan lalu lintas pengiriman mulai pulih.

Namun, Iran pada hari Sabtu pekan lalu mengatakan akan kembali menutup jalur perairan vital tersebut karena serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

“Pembukaan Selat Hormuz, atau lebih tepatnya jalur aman melaluinya, adalah untuk kepentingan Eropa, untuk kepentingan pasokan energi dan pemulihan ekonomi kita,” kata Pistorius.

Menhan Jerman tersebut menambahkan bahwa setiap kesepakatan untuk membuka kembali selat tersebut membutuhkan dukungan dari Iran dan Oman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!