Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:55 WIB
Negosiasi lanjutan telah direncanakan di Swiss pada hari Jumat, tetapi ditunda pada menit terakhir karena Israel melakukan serangkaian serangan mematikan di Lebanon setelah empat tentaranya tewas dalam pertempuran.

AS mengumumkan gencatan senjata baru di Lebanon pada Jumat sore—sebuah ketentuan dalam kesepakatan yang ditandatangani dengan Iran—tetapi pasukan Israel bentrok dengan milisi Hizbullah dan melakukan serangan lagi ke Lebanon pada hari Sabtu, di mana kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata baru tersebut.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kapal-kapal untuk tidak mendekati Selat Hormuz. "Jika tidak, keamanan mereka akan terancam," katanya.

Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas global, diblokade oleh Iran selama perang melawan AS dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari.

Teheran telah setuju untuk membukanya kembali berdasarkan kesepakatan pendahuluan yang ditandatangani minggu ini oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan lalu lintas pengiriman mulai pulih dalam beberapa hari terakhir.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan setelah pengumuman tersebut bahwa pasukan mereka tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian AS dengan Iran dipatuhi.

Pembicaraan di Swiss



Delegasi Iran berangkat ke Swiss pada Sabtu sore, menurut laporan media pemerintah, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengatakan mereka akan menuntut implementasi komitmen pihak lain berdasarkan kesepakatan tersebut sesegera mungkin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!