Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Kamis, 11 Juni 2026 - 09:37 WIB
HIMARS telah menjadi salah satu aset paling efektif yang digunakan Ukraina dalam pertahanannya melawan Rusia. Sistem mobile ini dapat meluncurkan rudal hingga sekitar 190 mil, dan dengan cepat berpindah ke lokasi lain sebelum menjadi sasaran musuh.
Taiwan menerima batch pertama sebanyak 11 HIMARS pada akhir tahun 2024 dan diperkirakan akan menerima 18 sistem lagi pada akhir tahun. AS juga menyetujui tambahan 82 HIMARS pada bulan Desember sebagai bagian dari paket persenjataan bersejarah senilai USD11 miliar untuk Taiwan.
Yang mengatakan bahwa waktu latihan baru-baru ini kemungkinan bukan kebetulan, terjadi kurang dari sebulan setelah Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing di mana dia menyebut Taiwan sebagai "alat tawar-menawar".
Segera setelah kepulangan Trump ke tanah air, pemerintah AS menunda tanpa batas waktu pengiriman paket senjata senilai USD14 miliar ke Taiwan.
Meskipun pemerintahan Trump mengeklaim hal ini dilakukan untuk menghemat amunisi untuk perang di Iran, para pakar mengatakan kemungkinan besar ini juga merupakan upaya untuk mengambil hati Beijing, yang dengan tegas menentang penjualan senjata Amerika ke Taiwan.
Pemerintahan Trump juga mendorong Taiwan untuk meningkatkan pengeluaran pertahanannya menjadi 3 persen pada tahun 2026 dan menjadi 5 persen pada tahun 2030, tetapi partai oposisi utama negara itu menolak upaya untuk meningkatkan anggaran militer.
Taiwan menerima batch pertama sebanyak 11 HIMARS pada akhir tahun 2024 dan diperkirakan akan menerima 18 sistem lagi pada akhir tahun. AS juga menyetujui tambahan 82 HIMARS pada bulan Desember sebagai bagian dari paket persenjataan bersejarah senilai USD11 miliar untuk Taiwan.
Yang mengatakan bahwa waktu latihan baru-baru ini kemungkinan bukan kebetulan, terjadi kurang dari sebulan setelah Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing di mana dia menyebut Taiwan sebagai "alat tawar-menawar".
Segera setelah kepulangan Trump ke tanah air, pemerintah AS menunda tanpa batas waktu pengiriman paket senjata senilai USD14 miliar ke Taiwan.
Meskipun pemerintahan Trump mengeklaim hal ini dilakukan untuk menghemat amunisi untuk perang di Iran, para pakar mengatakan kemungkinan besar ini juga merupakan upaya untuk mengambil hati Beijing, yang dengan tegas menentang penjualan senjata Amerika ke Taiwan.
Pemerintahan Trump juga mendorong Taiwan untuk meningkatkan pengeluaran pertahanannya menjadi 3 persen pada tahun 2026 dan menjadi 5 persen pada tahun 2030, tetapi partai oposisi utama negara itu menolak upaya untuk meningkatkan anggaran militer.
(mas)
Lihat Juga :