BREAKING NEWS: AS Bombardir Pulau Sirik, Iran Balas Merudal Pangkalan Amerika di Kuwait

Senin, 01 Juni 2026 - 12:21 WIB
Pertempuran AS-Iran dihentikan oleh gencatan senjata yang dimediasi Pakistan yang mulai berlaku pada 8 April, menciptakan peluang untuk negosiasi antara Teheran dan Washington. Namun, belum ada kesepakatan akhir yang tercapai.

Pada hari Minggu, kepala negosiator yang juga ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan kembali posisi Teheran, dengan mengatakan, "Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan."

Dia juga mengatakan, "Para negosiator Iran tidak mempercayai kata-kata musuh maupun janji-janjinya."

Pernyataan tersebut muncul setelah Axios melaporkan pada hari Sabtu bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengembalikan rancangan perjanjian kerangka kerja kepada Teheran dengan syarat yang lebih ketat, khususnya mengenai program nuklir Iran.

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir tetap menjadi tujuan utama AS.

"Satu-satunya jaminan yang harus saya miliki adalah bahwa tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik," kata Trump kepada Fox News.

Dia juga mengisyaratkan bahwa opsi militer tetap tersedia jika diplomasi gagal, dengan mengatakan: "Saya tidak terburu-buru. Jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!