Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Kamis, 28 Mei 2026 - 12:15 WIB
•Januari–Mei 2026: sekitar 4–5 lawatan
•Total 2025–Mei 2026: sekitar 14–18 perjalanan
Untuk ukuran Laos, aktivitas internasional Presiden Thongloun sebenarnya cukup tinggi.
Sepanjang 2025–2026 dia tercatat melakukan kunjungan ke Rusia, Korea Selatan, Vietnam, China, hingga forum SCO.
Kunjungan ke Rusia pada Juli–Agustus 2025 menjadi salah satu lawatan penting Presiden Laos. Dia juga melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dan Vietnam pada akhir 2025 dan awal 2026.
Pemimpin Laos aktif lawatan ke luar negeri karena tekanan utang luar negeri, ketergantungan ekonomi pada China, dan kebutuhan investasi infrastruktur.
Karena itu, diplomasi ekonomi Laos menjadi jauh lebih aktif dibanding era sebelumnya.
•Januari–Mei 2026: sekitar 3–4 lawatan
•Total 2025–Mei 2026: sekitar 12–16 perjalanan
PM Hun Manet membawa gaya diplomasi yang lebih modern dibanding era Hun Sen. Dia aktif membangun citra sebagai pemimpin muda, reformis, dan terbuka terhadap investasi Barat meski hubungan Kamboja dengan China tetap sangat dominan.
Namun aktivitas luar negerinya masih belum setinggi pemimpin ASEAN lainnya karena Phnom Penh masih fokus konsolidasi domestik.
•Januari–Mei 2026: sekitar 2–3 lawatan
•Total 2025–Mei 2026: sekitar 6–9 perjalanan
Presiden Min Aung Hlaing menjadi pemimpin ASEAN dengan aktivitas diplomatik paling terbatas.
Penyebabnya jelas: sanksi internasional, isolasi politik, dan perang saudara pascakudeta 2021.
Min Aung Hlaing, yang sebelumnya adalah jenderal tertinggi Myanmar, lebih banyak melakukan lawatan ke: Rusia, China, Belarusia, dan beberapa negara sahabat junta militer.
Reuters melaporkan Myanmar masih berupaya memperkuat hubungan dengan Rusia dan India.
•Januari–Mei 2026: sekitar 5–6 lawatan
•Total 2025–Mei 2026: sekitar 19–23 perjalanan
Meski Timor Leste merupakan anggota baru ASEAN, Presiden Ramos-Horta tergolong sangat aktif secara diplomatik.
Dia aktif melobi keanggotaan ASEAN sebelum akhirnya resmi diterima, mencari investasi, dan membangun hubungan dengan negara Barat maupun Asia Tenggara.
Sepanjang 2025, dia tercatat melakukan lawatan ke Malaysia, Monaco, Bulgaria, Inggris, Indonesia, dan berbagai forum internasional.
Presiden Ramos-Horta aktif berdiplomasi karena mencari investor baru untuk Timor-Leste dan mencoba mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak dan gas.
•Total 2025–Mei 2026: sekitar 14–18 perjalanan
Untuk ukuran Laos, aktivitas internasional Presiden Thongloun sebenarnya cukup tinggi.
Sepanjang 2025–2026 dia tercatat melakukan kunjungan ke Rusia, Korea Selatan, Vietnam, China, hingga forum SCO.
Kunjungan ke Rusia pada Juli–Agustus 2025 menjadi salah satu lawatan penting Presiden Laos. Dia juga melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dan Vietnam pada akhir 2025 dan awal 2026.
Pemimpin Laos aktif lawatan ke luar negeri karena tekanan utang luar negeri, ketergantungan ekonomi pada China, dan kebutuhan investasi infrastruktur.
Karena itu, diplomasi ekonomi Laos menjadi jauh lebih aktif dibanding era sebelumnya.
9. PM Kamboja Hun Manet
•Tahun 2025: sekitar 9–12 lawatan•Januari–Mei 2026: sekitar 3–4 lawatan
•Total 2025–Mei 2026: sekitar 12–16 perjalanan
PM Hun Manet membawa gaya diplomasi yang lebih modern dibanding era Hun Sen. Dia aktif membangun citra sebagai pemimpin muda, reformis, dan terbuka terhadap investasi Barat meski hubungan Kamboja dengan China tetap sangat dominan.
Namun aktivitas luar negerinya masih belum setinggi pemimpin ASEAN lainnya karena Phnom Penh masih fokus konsolidasi domestik.
10. Presiden Myanmar Min Aung Hlaing
•Tahun 2025: sekitar 4–6 lawatan•Januari–Mei 2026: sekitar 2–3 lawatan
•Total 2025–Mei 2026: sekitar 6–9 perjalanan
Presiden Min Aung Hlaing menjadi pemimpin ASEAN dengan aktivitas diplomatik paling terbatas.
Penyebabnya jelas: sanksi internasional, isolasi politik, dan perang saudara pascakudeta 2021.
Min Aung Hlaing, yang sebelumnya adalah jenderal tertinggi Myanmar, lebih banyak melakukan lawatan ke: Rusia, China, Belarusia, dan beberapa negara sahabat junta militer.
Reuters melaporkan Myanmar masih berupaya memperkuat hubungan dengan Rusia dan India.
11. Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta
•Tahun 2025: sekitar 14–17 lawatan•Januari–Mei 2026: sekitar 5–6 lawatan
•Total 2025–Mei 2026: sekitar 19–23 perjalanan
Meski Timor Leste merupakan anggota baru ASEAN, Presiden Ramos-Horta tergolong sangat aktif secara diplomatik.
Dia aktif melobi keanggotaan ASEAN sebelum akhirnya resmi diterima, mencari investasi, dan membangun hubungan dengan negara Barat maupun Asia Tenggara.
Sepanjang 2025, dia tercatat melakukan lawatan ke Malaysia, Monaco, Bulgaria, Inggris, Indonesia, dan berbagai forum internasional.
Presiden Ramos-Horta aktif berdiplomasi karena mencari investor baru untuk Timor-Leste dan mencoba mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak dan gas.
(mas)
Lihat Juga :