Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WIB
Konfrontasi tersebut terjadi di dekat Kepulauan Paracel, sebuah kepulauan yang penting secara strategis yang terdiri dari sekitar 130 pulau yang direbut Beijing dari Vietnam pada tahun 1970-an dan sekarang dikendalikan melalui jaringan pos militer dan kemampuan pengawasan.
China secara ketat mengontrol perjalanan ke wilayah itu, dan kapal pribadi atau komersial tidak diizinkan memasuki perairan teritorial pulau-pulau tersebut.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Belanda membantah pernyataan Beijing. Kementerian itu mengatakan kepada Politico, "HNLMS De Ruyter beroperasi sesuai dengan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).”
Kementerian itu mengatakan bahwa fregat tersebut berlayar melalui Laut China Selatan dan melakukan kunjungan ke pelabuhan-pelabuhan di seluruh wilayah untuk memperkuat hubungan diplomatik, keamanan, dan ekonomi dengan negara-negara mitra.
Belanda menolak untuk berkomentar lebih lanjut tentang detail operasional Angkatan Laut-nya.
China secara ketat mengontrol perjalanan ke wilayah itu, dan kapal pribadi atau komersial tidak diizinkan memasuki perairan teritorial pulau-pulau tersebut.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Belanda membantah pernyataan Beijing. Kementerian itu mengatakan kepada Politico, "HNLMS De Ruyter beroperasi sesuai dengan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).”
Kementerian itu mengatakan bahwa fregat tersebut berlayar melalui Laut China Selatan dan melakukan kunjungan ke pelabuhan-pelabuhan di seluruh wilayah untuk memperkuat hubungan diplomatik, keamanan, dan ekonomi dengan negara-negara mitra.
Belanda menolak untuk berkomentar lebih lanjut tentang detail operasional Angkatan Laut-nya.
Lihat Juga :