Siapa Nasire Best? Tersangka Penyerangan Gedung Putih yang Mengaku sebagai Yesus Kristus
Senin, 25 Mei 2026 - 01:10 WIB
Nasire Best ditembak mati saat hendak menyerang Gedung Putih pernah mengaku sebagai Yesus Kristus. Foto/X/@StevenJLatham1
WASHINGTON - Seorang pria berusia 21 tahun dari Maryland bernama Nasire Best dengan riwayat masalah kesehatan mental dan pernah berurusan dengan Secret Service dan ditembak mati di dekat Gedung Putih pada hari Sabtu setelah diduga melepaskan tembakan ke arah petugas yang ditempatkan di pos pemeriksaan di luar kompleks tersebut.
Insiden tersebut menyebabkan halaman utara Gedung Putih dikosongkan dan wartawan dipindahkan ke ruang konferensi pers, sementara Gedung Putih dan sekitarnya diberlakukan penguncian. Presiden AS Donald Trump, yang berada di dalam Gedung Putih pada saat itu, tidak terpengaruh.
Seorang juru bicara Secret Service AS mengatakan tersangka pria tersebut mendekati pos pemeriksaan di sudut Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue Northwest, mengeluarkan senjata dari tasnya, dan menembak petugas yang berjaga.
Agen Secret Service membalas tembakan, mengenai tersangka. Ia dibawa ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis, di mana ia kemudian meninggal dunia.
Seorang warga sipil juga terluka parah dalam insiden tersebut, meskipun para pejabat mengatakan masih belum jelas apakah orang tersebut terkena tembakan awal tersangka atau selama baku tembak berikutnya. Tidak ada agen Secret Service yang dilaporkan terluka.
Koresponden ABC News Selina Wang sedang merekam video di North Lawn ketika tembakan terdengar. “Kedengarannya seperti puluhan tembakan,” tulis Wang di X. “Kami diperintahkan untuk berlari ke ruang konferensi pers.”
Insiden tersebut menyebabkan halaman utara Gedung Putih dikosongkan dan wartawan dipindahkan ke ruang konferensi pers, sementara Gedung Putih dan sekitarnya diberlakukan penguncian. Presiden AS Donald Trump, yang berada di dalam Gedung Putih pada saat itu, tidak terpengaruh.
Seorang juru bicara Secret Service AS mengatakan tersangka pria tersebut mendekati pos pemeriksaan di sudut Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue Northwest, mengeluarkan senjata dari tasnya, dan menembak petugas yang berjaga.
Agen Secret Service membalas tembakan, mengenai tersangka. Ia dibawa ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis, di mana ia kemudian meninggal dunia.
Seorang warga sipil juga terluka parah dalam insiden tersebut, meskipun para pejabat mengatakan masih belum jelas apakah orang tersebut terkena tembakan awal tersangka atau selama baku tembak berikutnya. Tidak ada agen Secret Service yang dilaporkan terluka.
Koresponden ABC News Selina Wang sedang merekam video di North Lawn ketika tembakan terdengar. “Kedengarannya seperti puluhan tembakan,” tulis Wang di X. “Kami diperintahkan untuk berlari ke ruang konferensi pers.”
Lihat Juga :