Trump kepada Xi Jinping: AS dan China Memiliki Masa Depan yang Fantastis Bersama

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:21 WIB
Sebelum terbang ke Beijing, Trump mengatakan Amerika sudah mengendalikan Iran. Namun, di sisi lain Washington meminta bantuan China berperan aktif menekan Teheran agar mengakhiri perang melawan Amerika dan Israel di Timur Tengah.

Trump telah berbicara kepada wartawan, meremehkan tentang pentingnya diskusi tentang perang Iran yang akan dia bahas dengan Xi Jinping.

"Kami memiliki banyak hal untuk dibahas," kata Trump. "Sejujurnya, saya tidak akan mengatakan Iran adalah salah satunya, karena kami sangat mengendalikan Iran," katanya lagi.

Namun, menjelang KTT tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Amerika Serikat menginginkan China untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam mendesak Iran agar mengakhiri perang yang telah berlangsung berbulan-bulan.

"Kami berharap dapat meyakinkan mereka untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam membuat Iran menghentikan apa yang mereka lakukan sekarang, dan yang sedang mereka coba lakukan di Teluk Persia," kata Rubio kepada Fox News dalam sebuah wawancara.

Jim Lewis, seorang peneliti kebijakan teknologi di Center for European Policy Analysis, menilai bahwa pertemuan bersejarah Trump dan Xi Jinping mustahil menghasilkan terobosan besar yang akan mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.

“Kedua pihak tidak akan membuat banyak kemajuan pada dua isu kebijakan luar negeri utama,” kata Lewis.

“Trump akan menekan China untuk membantunya dalam masalah Iran. Mereka [China] akan enggan. China akan menekan Trump untuk membuat konsesi terkait Taiwan. Kita akan lihat apa yang akan kita dapatkan dari itu," paparnya.

Di Washington, politik perang menjadi lebih rumit. Pada hari Rabu, Partai Republik di Senat kembali memblokir rancangan undang-undang yang diusung Partai Demokrat untuk menghentikan permusuhan di Iran—tetapi Senator Republik Alaska, Lisa Murkowski, menentang partainya sendiri, menjadi anggota Partai Republik ketiga di Senat yang memilih menentang kelanjutan perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!