Pangeran Arab Saudi Ungkap Alasan Riyadh Tolak Gabung Perang AS-Israel Melawan Iran

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:06 WIB
Dia menambahkan bahwa jika Kerajaan Arab Saudi ingin menanggapi Teheran dengan serangan terhadap fasilitas dan kepentingannya, mereka dapat melakukannya, tetapi hasilnya akan berupa kehancuran lebih lanjut terhadap fasilitas minyak dan pabrik desalinasi Saudi.

“Jika rencana Israel untuk memicu perang antara kita dan Iran berhasil, kawasan ini akan terjerumus ke dalam kehancuran dan kerusakan,” imbuh dia, yang dikutip Middle East Eye, Selasa (12/5/2026).

“Ribuan putra dan putri kita akan hilang dalam pertempuran di mana kita tidak memiliki kepentingan. Israel akan berhasil memaksakan kehendaknya di kawasan itu dan tetap menjadi satu-satunya aktor di sekitar kita," paparnya.

Pangeran Turki, yang ayahnya Raja Faisal memerintah kerajaan antara tahun 1964 hingga 1975, mengatakan bahwa Arab Saudi bekerja sama dengan Pakistan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

“Adapun para pendukung perang, mereka terus bersikap arogan dan berteriak-teriak, mungkin tidak menyadari bahwa alas kaki mereka telah ditarik,” terangnya.

Setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, Iran membalas dengan menyerang setiap negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, termasuk Arab Saudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!