Pangkalan Rahasia Israel di Irak Bikin Geger, Parlemen Panggil Para Menteri
Senin, 11 Mei 2026 - 08:49 WIB
Menurut pernyataan militer Irak yang dikeluarkan setelah insiden tersebut, pasukan dari Komando Operasi Karbala dibombardir dari udara dan diserang dengan tembakan saat melakukan misi pencarian di daerah gurun yang menghubungkan provinsi Karbala dan Najaf.
Pernyataan tersebut mengatakan satu tentara tewas dan dua lainnya terluka. Otoritas Irak kemudian mengumumkan pembentukan komite investigasi tingkat tinggi untuk menyelidiki insiden tersebut.
Anggota parlemen Irak, Raed al-Maliki, menuduh Washington memfasilitasi operasi Israel di dalam Irak.
"Amerika Serikat menyerahkan wilayah udara Irak kepada entitas [Israel] selama perang dan memerintahkan radar untuk dimatikan," tulisnya dalam sebuah unggahan Facebook.
"Sekarang telah menjadi jelas bahwa wilayah Irak juga digunakan untuk mendirikan pusat atau pangkalan intelijen rahasia untuk entitas tersebut," lanjut dia, yang dilansir The New Arab, Senin (11/5/2026).
Dia menggambarkan tuduhan tersebut sebagai "pelanggaran besar yang harus dipertanggungjawabkan oleh semua badan intelijen dan keamanan nasional".
Pernyataan tersebut mengatakan satu tentara tewas dan dua lainnya terluka. Otoritas Irak kemudian mengumumkan pembentukan komite investigasi tingkat tinggi untuk menyelidiki insiden tersebut.
Anggota parlemen Irak, Raed al-Maliki, menuduh Washington memfasilitasi operasi Israel di dalam Irak.
"Amerika Serikat menyerahkan wilayah udara Irak kepada entitas [Israel] selama perang dan memerintahkan radar untuk dimatikan," tulisnya dalam sebuah unggahan Facebook.
"Sekarang telah menjadi jelas bahwa wilayah Irak juga digunakan untuk mendirikan pusat atau pangkalan intelijen rahasia untuk entitas tersebut," lanjut dia, yang dilansir The New Arab, Senin (11/5/2026).
Dia menggambarkan tuduhan tersebut sebagai "pelanggaran besar yang harus dipertanggungjawabkan oleh semua badan intelijen dan keamanan nasional".
(mas)
Lihat Juga :