Jenderal IRGC: Rudal Iran Sudah Mengunci Target AS, Hanya Tunggu Perintah Tembak!

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:17 WIB
Serangan Iran menimbulkan kerusakan berat pada aset musuh dan memaksa kapal-kapal AS untuk meninggalkan daerah tersebut dalam keadaan kacau. Namun, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyangkal klaim tersebut.

Para pejabat Iran telah mengutuk manuver AS yang sembrono ini sebagai ancaman berbahaya bagi keamanan maritim regional dan navigasi internasional.

Angkatan Laut IRGC telah menekankan bahwa satu-satunya koridor aman dan resmi untuk transit melalui Selat Hormuz yang strategis adalah koridor yang ditetapkan oleh Republik Islam Iran. Setiap penyimpangan atau gerakan permusuhan oleh pasukan asing akan ditanggapi dengan konfrontasi yang tegas, segera, dan menentukan.

Sebelumnya, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei; Mohammad Mokhber, mengatakan mengendalikan Selat Hormuz akan sama halnya seperti memiliki bom atom. Menurutnya, Teheran bersumpah untuk tidak melepaskan kendali jalur perairan vital tersebut.

“Selat Hormuz adalah kemampuan yang setara dengan bom atom,” kata Mokhber. Dia menyesalkan bahwa Iran telah lama mengabaikan posisi istimewanya di sepanjang selat tersebut—jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas global yang ditutup Teheran sejak awal perang melawan Amerika Serikat dan Israel, menyebabkan kekacauan di pasar energi dan membuat ratusan kapal terdampar.

"Selat Hormuz mewakili peluang yang sama berharganya dengan bom atom," ujarnya, dalam sebuah video yang diterbitkan oleh kantor berita Mehr. "Memang, memiliki posisi yang memungkinkan Anda untuk memengaruhi ekonomi global dengan satu keputusan adalah peluang besar," imbuh dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!