Inilah Yildirimhan, Rudal Balistik Antarbenua Turki yang Diklaim Mampu Serang Daratan AS
Minggu, 10 Mei 2026 - 06:53 WIB
Terlepas dari peluncuran yang megah tersebut, para analis pertahanan tetap skeptis tentang kemampuan sebenarnya dari rudal sepanjang 18 meter itu. Mereka juga menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa Guler mengetahui bahwa video tersebut menunjukkan target AS.
“Ini adalah perkiraan yang berlebihan. Industri pertahanan Turki memiliki banyak kemampuan, dan berkembang pesat, tetapi belum mencapai level ini,” kata seorang pejabat pertahanan Barat, sebagaimana dikutip dari Financial Times, Minggu (10/5/2026). “Tampaknya sangat ambisius dan patut dipertanyakan,” imbuh Fabian Hoffman, seorang pakar rudal di Universitas Oslo.
Beberapa hari setelah memperkenalkan rudal Yıldırımhan, Kementerian Pertahanan Turki mengklarifikasi bahwa sistem tersebut masih dalam tahap pengujian. “Pengujian laboratorium sistem rudal Yıldırımhan, yang memiliki kapasitas muatan hulu ledak 3 ton, telah berhasil diselesaikan, dan pengujian lapangan sedang berlangsung,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Perkembangan ini terjadi seiring dengan perluasan industri pertahanan Turki, yang memperkuat posisinya sebagai eksportir senjata terbesar ke-11 di dunia. Sekutu utama NATO seperti Inggris dan Jerman juga menggambarkan kapasitas industri Turki sebagai hal yang penting untuk pertahanan Eropa.
Rudal Turki dengan jangkauan terpanjang saat ini adalah Tayfun, yang telah mencapai jarak 600 km dalam pengujian, sepersepuluh dari jangkauan Yıldırımhan yang diklaim mencapai 6.000 km.
“Ini adalah perkiraan yang berlebihan. Industri pertahanan Turki memiliki banyak kemampuan, dan berkembang pesat, tetapi belum mencapai level ini,” kata seorang pejabat pertahanan Barat, sebagaimana dikutip dari Financial Times, Minggu (10/5/2026). “Tampaknya sangat ambisius dan patut dipertanyakan,” imbuh Fabian Hoffman, seorang pakar rudal di Universitas Oslo.
Beberapa hari setelah memperkenalkan rudal Yıldırımhan, Kementerian Pertahanan Turki mengklarifikasi bahwa sistem tersebut masih dalam tahap pengujian. “Pengujian laboratorium sistem rudal Yıldırımhan, yang memiliki kapasitas muatan hulu ledak 3 ton, telah berhasil diselesaikan, dan pengujian lapangan sedang berlangsung,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Perkembangan ini terjadi seiring dengan perluasan industri pertahanan Turki, yang memperkuat posisinya sebagai eksportir senjata terbesar ke-11 di dunia. Sekutu utama NATO seperti Inggris dan Jerman juga menggambarkan kapasitas industri Turki sebagai hal yang penting untuk pertahanan Eropa.
Rudal Turki dengan jangkauan terpanjang saat ini adalah Tayfun, yang telah mencapai jarak 600 km dalam pengujian, sepersepuluh dari jangkauan Yıldırımhan yang diklaim mencapai 6.000 km.
(mas)
Lihat Juga :