Iran akan Terapkan Model Baru Selat Hormuz tanpa Peran Amerika Serikat
Jum'at, 01 Mei 2026 - 21:03 WIB
Pada tanggal 13 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade terkait selat tersebut, yang telah dibatasi Iran sebelumnya pada bulan Maret setelah pecahnya perang.
Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dimulai pada 28 Februari dan mengakibatkan ribuan kematian sebelum gencatan senjata diumumkan pada 8 April, dengan upaya terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan jangka panjang.
Iran awalnya membuka kembali selat tersebut setelah gencatan senjata, tetapi kemudian kembali membatasi navigasi setelah diberlakukannya blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebelum perang, Selat Hormuz merupakan jalur energi global yang penting, mengangkut sekitar 20 persen ekspor minyak dunia.
Baca juga: Presiden Pezeshkian Peringatkan AS Bisa Serang Iran Lagi selama Negosiasi
Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dimulai pada 28 Februari dan mengakibatkan ribuan kematian sebelum gencatan senjata diumumkan pada 8 April, dengan upaya terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan jangka panjang.
Iran awalnya membuka kembali selat tersebut setelah gencatan senjata, tetapi kemudian kembali membatasi navigasi setelah diberlakukannya blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebelum perang, Selat Hormuz merupakan jalur energi global yang penting, mengangkut sekitar 20 persen ekspor minyak dunia.
Baca juga: Presiden Pezeshkian Peringatkan AS Bisa Serang Iran Lagi selama Negosiasi
(sya)
Lihat Juga :