AS Sudah Bombardir Iran 40 Hari, tapi Trump Menolak Menyebutnya sebagai Perang
Jum'at, 01 Mei 2026 - 07:51 WIB
Trump menggambarkan operasi AS sebagai operasi yang sedang berlangsung tetapi bukan perang formal, menyatakan: "Dan itu terlepas dari operasi militer. Saya tidak menyebutnya perang. Saya lebih suka operasi militer. Iran sangat ingin membuat kesepakatan."
"Ekonomi mereka sedang runtuh. Blokade itu luar biasa. Kekuatan blokade itu luar biasa. Mereka tidak mendapatkan uang dari minyak. Dan mudah-mudahan, itu dapat diselesaikan segera," ujarnya, seperti dikutip dari NDTV, Jumat (1/5/2026).
Dia menegaskan bahwa tindakan AS telah secara signifikan menurunkan kemampuan militer Iran, dengan mengatakan: "Angkatan Laut mereka telah lenyap. Angkatan Udara mereka telah lenyap, pabrik drone mereka telah berkurang sekitar 82 persen, dan pabrik rudal mereka hampir 90 persen."
Presiden AS selanjutnya mengeklaim bahwa dia secara pribadi turun tangan untuk menghentikan eksekusi Iran terhadap warganya. "Mereka bersiap untuk menggantung para wanita. Saya segera menelepon, dan saya berkata, 'Jangan lakukan itu. Seluruh dunia sedang menonton'," katanya.
Trump juga menggambarkan dugaan penindasan yang lebih luas di Iran, termasuk eksekusi seorang pegulat dan rekan-rekannya karena pidato politik. "Mereka membunuhnya karena dia memprotes. Mereka mengeksekusinya bersama teman-temannya," ujarnya.
"Ekonomi mereka sedang runtuh. Blokade itu luar biasa. Kekuatan blokade itu luar biasa. Mereka tidak mendapatkan uang dari minyak. Dan mudah-mudahan, itu dapat diselesaikan segera," ujarnya, seperti dikutip dari NDTV, Jumat (1/5/2026).
Dia menegaskan bahwa tindakan AS telah secara signifikan menurunkan kemampuan militer Iran, dengan mengatakan: "Angkatan Laut mereka telah lenyap. Angkatan Udara mereka telah lenyap, pabrik drone mereka telah berkurang sekitar 82 persen, dan pabrik rudal mereka hampir 90 persen."
Presiden AS selanjutnya mengeklaim bahwa dia secara pribadi turun tangan untuk menghentikan eksekusi Iran terhadap warganya. "Mereka bersiap untuk menggantung para wanita. Saya segera menelepon, dan saya berkata, 'Jangan lakukan itu. Seluruh dunia sedang menonton'," katanya.
Trump juga menggambarkan dugaan penindasan yang lebih luas di Iran, termasuk eksekusi seorang pegulat dan rekan-rekannya karena pidato politik. "Mereka membunuhnya karena dia memprotes. Mereka mengeksekusinya bersama teman-temannya," ujarnya.
Lihat Juga :