AS Sudah Bombardir Iran 40 Hari, tapi Trump Menolak Menyebutnya sebagai Perang

Jum'at, 01 Mei 2026 - 07:51 WIB
Presiden Donald Trump menolak menyebut operasi militer AS terhadap Iran sebagai perang. Foto/White House
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak menyebut Operasi Epic Fury selama 40 hari terhadap Iran sebagai perang. Itu disampaikan saat dia membuat serangkaian klaim tentang republik Islam tersebut pada Kamis waktu Washington.

Berbicara selama acara penandatanganan perintah eksekutif di Oval Office Gedung Putih, Trump mengatakan Iran telah melakukan pembunuhan massal di tengah gejolak internal.



Baca Juga: AS Diduga Akan Serang Iran Lagi, Kali Ini dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle

"Iran membunuh 42.000 orang selama dua bulan terakhir. Mereka akan membunuh delapan wanita yang nyawanya saya selamatkan. Dan saya menghargai bahwa mereka tidak melakukannya. Saya meminta mereka untuk tidak melakukannya, tetapi mereka tidak melakukannya," kata Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!