Perang Iran Menguras 50% Stok Rudal Termahal AS, Bahaya Jika Konflik dengan China Pecah

Senin, 27 April 2026 - 10:52 WIB
Menurut Pentagon, dalam dua bulan terakhir, AS telah menengahi kesepakatan dengan perusahaan pertahanan untuk memperkuat amunisinya, termasuk Honeywell Aerospace, yang akan meningkatkan produksi komponen penting untuk persediaan amunisi Amerika setelah investasi multi-tahun sebesar USD500 juta.

Presiden Donald Trump telah meminta anggaran pertahanan sebesar USD1,5 triliun untuk tahun fiskal 2027, yang digambarkan Pentagon sebagai lonjakan pengeluaran pertahanan tahunan terbesar sejak Perang Dunia II.

Menggunakan data dari laporan CSIS, Fortune menghitung bahwa AS sejauh ini telah menghabiskan sekitar USD24 miliar untuk tujuh amunisi utama yang digunakan, tetapi biaya perang Iran diproyeksikan akan jauh melebihi jumlah tersebut.

Pakar kebijakan publik dan dosen Harvard Kennedy School, Linda Bilmes, mengatakan biaya perang kemungkinan akan melebihi USD1 triliun, karena pemerintah meremehkan biaya jangka pendek kerusakan infrastruktur, serta biaya jangka panjang, seperti tunjangan cacat seumur hidup bagi ribuan veteran.

Data dari analisis tersebut bertentangan dengan narasi Presiden Donald Trump, yang mengatakan pada awal konflik bahwa persediaan amunisi kelas menengah dan menengah atas "tidak pernah setinggi atau sebaik ini" dan AS memiliki "pasokan yang hampir tak terbatas" untuk senjata-senjata tersebut.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan kepada Fortune dalam sebuah pernyataan: "Militer memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden."

"Sejak Presiden Trump menjabat, kami telah melaksanakan beberapa operasi yang sukses di seluruh komando tempur sambil memastikan militer AS memiliki persenjataan yang lengkap untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami," katanya.

Kekhawatiran tentang Pengeluaran Amunisi



Yang menjadi kekhawatiran para pakar seperti Bilmes adalah pengeluaran AS yang tidak proporsional untuk amunisi dibandingkan dengan Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!