Kapal Perang AS Miguel Keith Berkeliaran di Selat Malaka, Apa Misi Sebenarnya?
Senin, 20 April 2026 - 08:37 WIB
“Kami melakukan operasi pencegahan maritim serupa di yurisdiksi Pasifik kami terhadap kapal-kapal yang meninggalkan area tertentu sebelum dimulainya blokade,” kata Caine, mengacu pada blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Charlie Brown, mantan perwira Angkatan Laut AS dan penasihat senior untuk pelacakan armada gelap di organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran, mengatakan kepada CNN bahwa komentar Caine, serta pergerakan beberapa kapal perang AS yang terlihat di platform pelacakan kapal dan citra satelit, menunjukkan bahwa pemerintah AS mungkin sedang mempertimbangkan operasi serupa dengan yang digunakan terhadap kapal tanker yang terkait dengan Venezuela awal tahun ini.
“Amerika Serikat sebelumnya telah mencegat kapal tanker yang dikenai sanksi di perairan dekat Venezuela dan jauh, termasuk di Samudra Hindia,” kata Brown, seperti dikutip dari CNN, Senin (20/4/2026).
“Jika operasi serupa terjadi, itu akan dilakukan di laut lepas, di mana Amerika Serikat memiliki lebih banyak kebebasan manuver dan lebih sedikit pembatasan,” ujar Brown.
Citra satelit pada 16 April menunjukkan kapal perang USS Miguel Keith sedang menuju Selat Malaka. Pada akhir pekan lalu, kapal itu telah beroperasi di selat yang berdekatan dengan Indonesia tersebut.
Charlie Brown, mantan perwira Angkatan Laut AS dan penasihat senior untuk pelacakan armada gelap di organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran, mengatakan kepada CNN bahwa komentar Caine, serta pergerakan beberapa kapal perang AS yang terlihat di platform pelacakan kapal dan citra satelit, menunjukkan bahwa pemerintah AS mungkin sedang mempertimbangkan operasi serupa dengan yang digunakan terhadap kapal tanker yang terkait dengan Venezuela awal tahun ini.
“Amerika Serikat sebelumnya telah mencegat kapal tanker yang dikenai sanksi di perairan dekat Venezuela dan jauh, termasuk di Samudra Hindia,” kata Brown, seperti dikutip dari CNN, Senin (20/4/2026).
“Jika operasi serupa terjadi, itu akan dilakukan di laut lepas, di mana Amerika Serikat memiliki lebih banyak kebebasan manuver dan lebih sedikit pembatasan,” ujar Brown.
Citra satelit pada 16 April menunjukkan kapal perang USS Miguel Keith sedang menuju Selat Malaka. Pada akhir pekan lalu, kapal itu telah beroperasi di selat yang berdekatan dengan Indonesia tersebut.
Lihat Juga :