AS Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Balas Blokade Laut Merah, Teluk, dan Laut Oman

Kamis, 16 April 2026 - 07:04 WIB
Wakil Presiden AS J.D. Vance, yang memimpin perundingan akhir pekan lalu, mengatakan Republik Islam Iran ditawari "kesepakatan besar" untuk mengakhiri perang enam minggu dan mengatasi perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade mengenai program nuklir Teheran.

Namun untuk saat ini, kedua pihak tampaknya bertekad untuk terus memberikan tekanan.

Washington telah berupaya menekan Teheran dengan memblokade pelabuhan-pelabuhannya di Selat Hormuz, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan semalam bahwa pasukan Amerika telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui selat tersebut.

Gambaran berdasarkan data pelacakan maritim terbaru di Selat Hormuz kurang jelas, dan kantor berita Tasnim Iran melaporkan pada hari Rabu bahwa pengiriman terus berlanjut dari Iran selatan.

Berbicara kepada New York Post pada Selasa lalu, Trump mengatakan putaran perundingan baru dengan Iran dapat berlangsung di Pakistan "dalam dua hari ke depan", sementara dia mengatakan kepada Fox Business bahwa perang "hampir berakhir".

Di pihak Iran, Kementerian Luar Negeri mengatakan "beberapa pesan" telah dipertukarkan melalui Islamabad sejak perundingan berakhir pada hari Minggu, dan bahwa Teheran "sangat mungkin" menerima delegasi Pakistan pada hari Rabu.

Saham naik dan harga minyak mentah turun karena harapan akan kesepakatan untuk mengembalikan aliran minyak melalui Selat Hormuz—yang dicekik oleh pasukan Iran sejak serangan AS-Israel dimulai pada akhir Februari, dan sekarang menjadi fokus blokade AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!