Teheran Bidik 8 Jembatan Teluk usai Jembatan Tertinggi Iran Dibom AS
Jum'at, 03 April 2026 - 13:39 WIB
"Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi—masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK ADA LAGI YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA YANG HEBAT!" tulis Trump di Truth Social.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X: "Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah."
"Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau," lanjut dia.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan Iran menewaskan sejumlah orang di Israel dan negara-negara Teluk. Belasan tentara AS juga tewas.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X: "Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah."
"Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau," lanjut dia.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan Iran menewaskan sejumlah orang di Israel dan negara-negara Teluk. Belasan tentara AS juga tewas.
(mas)
Lihat Juga :