Teheran Bidik 8 Jembatan Teluk usai Jembatan Tertinggi Iran Dibom AS

Jum'at, 03 April 2026 - 13:39 WIB
loading...
Teheran Bidik 8 Jembatan...
Militer AS bombardir jembatan tertinggi di Iran, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump ancam kembalikan Iran ke Zaman Batu. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
TEHERAN - Iran telah merilis daftar delapan jembatan utama di wilayah Timur Tengah sebagai target balas dendam setelah Amerika Serikat (AS) membombardir jembatan tertinggi Iran di Kota Karaj, yakni jembatan B1.

Daftar delapan jembatan di negara-negara Teluk yang diincar Iran telah dipublikan Fars News Agency, Jumat (3/4/2026). Menurut laporan media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran tersebut, beberapa jembatan penting di negara-negara Teluk dan Yordania dapat menjadi target potensial Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Baca Juga: AS Bombardir Jembatan Tertinggi Iran usai Ancam Kembalikan Teheran ke Zaman Batu

Delapan jemabatan yang masuk daftar target serangan balasan Iran adalah Jembatan Laut Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah di Kuwait, Jembatan Sheikh Zayed, Jembatan Al Maqta, dan Jembatan Sheikh Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA). Selanjutnya, Jembatan King Fahd yang menghubungkan Arab Saudi ke Bahrain, Jembatan King Hussein, Jembatan Damia, dan Jembatan Abdoun di Yordania.

Sekadar diketahui, serangan AS dan Israel pada hari Kamis menghancurkan sebagian jembatan B1—jembatan tertinggi di Iran dan juga tertinggi di Timur Tengah.

Beberapa orang terluka dalam serangan yang terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan mengebom Iran "hingga kembali ke Zaman Batu". Jembatan B1 setinggi 136 meter itu masih dalam pembangunan dan seharusnya menghubungkan Teheran dengan kota Karaj di barat.

Ghodratollah Seif, wakil gubernur provinsi Alborz, tempat jembatan B1 berada, mengatakan serangan itu menewaskan delapan orang dan melukai 95 lainnya.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan bagian-bagian utama jembatan runtuh setelah serangan tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga mem-posting rekaman video yang menunjukkan asap mengepul dari jembatan B1, yang terletak 35 kilometer barat daya Teheran—dan memperingatkan bahwa akan ada kerusakan lebih lanjut kecuali Iran datang ke meja perundingan untuk mengakhiri perang yang sudah memasuki minggu kelima tersebut.

"Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi—masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK ADA LAGI YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA YANG HEBAT!" tulis Trump di Truth Social.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X: "Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah."

"Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau," lanjut dia.

Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan Iran menewaskan sejumlah orang di Israel dan negara-negara Teluk. Belasan tentara AS juga tewas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved