Trump: 'Saya Benar-benar Percaya Saya Adalah Pembawa Perdamaian...'
Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:15 WIB
"Saya ingin warisan saya dikenang sebagai pembawa perdamaian hebat karena saya benar-benar percaya bahwa saya adalah pembawa perdamaian. Saat ini mungkin tidak terlihat seperti itu, tetapi saya pikir saya adalah pembawa perdamaian," kata Trump, yang pernyataannya dipublikasikan akun presiden AS di X, @POTUS, Sabtu (28/3/2026).
"Saya bahkan menghentikan India dan Pakistan, dan mereka saling bertikai selama seminggu...sembilan pesawat sudah ditembak jatuh. Mereka sedang berperang. Saya menghentikan mereka. Bagaimana saya menghentikan mereka? Saya berkata, jika kalian terus bertikai, saya akan mengenakan tarif 250 persen pada masing-masing pesawat," lanjut Trump.
"Tidak, tidak, tidak, kalian tidak bisa melakukan itu. Saya berkata, saya akan melakukannya. Baiklah, kita tidak akan bertikai lagi. Begitulah cara saya menghentikan mereka," imbuh dia.
Trump secara bercanda menyebut Selat Hormuz sebagai "Selat Trump" selama pidatonya sebelum mengoreksi dirinya sendiri, dan kemudian mengatakan bahwa komentar tersebut bukanlah suatu kebetulan.
Trump menggambarkan Iran sebagai kekuatan yang telah lama membentuk ketidakstabilan di Timur Tengah, tetapi mengatakan bahwa posisinya telah melemah di bawah operasi militer AS; Operasi Epic Fury.
"Selama 47 tahun, Iran dikenal sebagai pengganggu di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi pengganggu. Mereka sedang dalam pelarian," katanya, menambahkan bahwa kepemimpinan Iran, angkatan bersenjata, dan program nuklirnya telah mengalami kerusakan selama operasi tersebut.
"Saya bahkan menghentikan India dan Pakistan, dan mereka saling bertikai selama seminggu...sembilan pesawat sudah ditembak jatuh. Mereka sedang berperang. Saya menghentikan mereka. Bagaimana saya menghentikan mereka? Saya berkata, jika kalian terus bertikai, saya akan mengenakan tarif 250 persen pada masing-masing pesawat," lanjut Trump.
"Tidak, tidak, tidak, kalian tidak bisa melakukan itu. Saya berkata, saya akan melakukannya. Baiklah, kita tidak akan bertikai lagi. Begitulah cara saya menghentikan mereka," imbuh dia.
Trump secara bercanda menyebut Selat Hormuz sebagai "Selat Trump" selama pidatonya sebelum mengoreksi dirinya sendiri, dan kemudian mengatakan bahwa komentar tersebut bukanlah suatu kebetulan.
Trump menggambarkan Iran sebagai kekuatan yang telah lama membentuk ketidakstabilan di Timur Tengah, tetapi mengatakan bahwa posisinya telah melemah di bawah operasi militer AS; Operasi Epic Fury.
"Selama 47 tahun, Iran dikenal sebagai pengganggu di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi pengganggu. Mereka sedang dalam pelarian," katanya, menambahkan bahwa kepemimpinan Iran, angkatan bersenjata, dan program nuklirnya telah mengalami kerusakan selama operasi tersebut.
Lihat Juga :