Pejabat IRGC: Anak 12 Tahun Bisa Ikut Dukung Perang Iran Melawan AS-Israel
Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:37 WIB
Dia menambahkan bahwa anak-anak berusia 12 tahun dan mereka yang berusia di atasnya sekarang dapat berpartisipasi jika mereka mau.
Pengumuman tersebut telah memicu kekhawatiran luas tentang keterlibatan anak-anak dalam kegiatan militer. Jurnalis Iran yang tinggal di AS, Masih Alinejad, menyebut perkembangan ini “sangat mengkhawatirkan”.
“Mari kita perjelas: Merekrut anak-anak ke dalam aktivitas militer adalah pelanggaran hukum internasional dan komunitas internasional tidak boleh tinggal diam. Anak-anak berusia 12 tahun, ditarik ke dalam patroli, pos pemeriksaan, dan logistik militer,” katanya, menyuarakan kekhawatiran atas keterlibatan anak-anak dalam aktivitas perang.
Dia menambahkan, “Ini adalah rezim yang sama yang memberi ceramah kepada dunia tentang moralitas. Tetapi ketika menyangkut kelangsungan hidup? Mereka rela mengirim anak-anak ke dalam bahaya.”
Selama protes tahun 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, gambar-gambar yang dibagikan di media sosial tampaknya menunjukkan anak-anak dan remaja mengenakan seragam bergaya militer dan perlengkapan pelindung, yang menuai kritik dari para pembela hak anak.
Pengumuman tersebut telah memicu kekhawatiran luas tentang keterlibatan anak-anak dalam kegiatan militer. Jurnalis Iran yang tinggal di AS, Masih Alinejad, menyebut perkembangan ini “sangat mengkhawatirkan”.
“Mari kita perjelas: Merekrut anak-anak ke dalam aktivitas militer adalah pelanggaran hukum internasional dan komunitas internasional tidak boleh tinggal diam. Anak-anak berusia 12 tahun, ditarik ke dalam patroli, pos pemeriksaan, dan logistik militer,” katanya, menyuarakan kekhawatiran atas keterlibatan anak-anak dalam aktivitas perang.
Dia menambahkan, “Ini adalah rezim yang sama yang memberi ceramah kepada dunia tentang moralitas. Tetapi ketika menyangkut kelangsungan hidup? Mereka rela mengirim anak-anak ke dalam bahaya.”
Selama protes tahun 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, gambar-gambar yang dibagikan di media sosial tampaknya menunjukkan anak-anak dan remaja mengenakan seragam bergaya militer dan perlengkapan pelindung, yang menuai kritik dari para pembela hak anak.
Lihat Juga :