Sumber Arab Saudi Sangkal MBS Desak AS Perang Berkepanjangan Melawan Iran
Selasa, 17 Maret 2026 - 05:26 WIB
Laporan itu mengutip para pejabat Gedung Putih. Menurut para pejabat itu, seruan MBS mengikuti saran yang sama dari almarhum Raja Abdullah bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi, yang dilaporkan berulang kali mengatakan kepada Washington untuk "memenggal kepala ular itu."
Sementara itu, MBS dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed mengadakan pembicaraan pada hari Senin di tengah meningkatnya pertanyaan tentang apakah negara-negara Teluk akan terus menghindari konfrontasi publik langsung dengan Teheran.
"Para pemimpin mengatakan bahwa berlanjutnya serangan tidak adil Iran terhadap negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) merupakan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan,” tulis Al Arabiya dalam laporannya.
Para pemimpin tersebut juga mengatakan bahwa negara-negara di GCC akan terus berupaya mempertahankan wilayah mereka dan menyediakan semua sumber daya yang tersedia untuk mendukung keamanan kawasan dan menjaga stabilitas.
Selain itu, setelah lebih dari dua minggu perang, dan meskipun lebih dari 2.000 rudal dan drone diluncurkan oleh Iran ke arah negara-negara Teluk, serangan balasan publik terhadap Iran tampaknya masih belum akan terjadi.
Sementara itu, MBS dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed mengadakan pembicaraan pada hari Senin di tengah meningkatnya pertanyaan tentang apakah negara-negara Teluk akan terus menghindari konfrontasi publik langsung dengan Teheran.
"Para pemimpin mengatakan bahwa berlanjutnya serangan tidak adil Iran terhadap negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) merupakan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan,” tulis Al Arabiya dalam laporannya.
Para pemimpin tersebut juga mengatakan bahwa negara-negara di GCC akan terus berupaya mempertahankan wilayah mereka dan menyediakan semua sumber daya yang tersedia untuk mendukung keamanan kawasan dan menjaga stabilitas.
Selain itu, setelah lebih dari dua minggu perang, dan meskipun lebih dari 2.000 rudal dan drone diluncurkan oleh Iran ke arah negara-negara Teluk, serangan balasan publik terhadap Iran tampaknya masih belum akan terjadi.
Lihat Juga :