Iran Sebut Tak Akan Ada Perdamaian sampai Seluruh Pasukan AS Hengkang dari Teluk
Senin, 16 Maret 2026 - 08:24 WIB
Menurut Rezaee, Republik Islam Iran telah berhasil "menghancurkan prestise Amerika", dan pada akhirnya akan muncul dari konflik yang sedang berlangsung sebagai kekuatan dengan "kedudukan yang lebih besar di kawasan ini".
Militer AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa komandan senior.
Pada hari-hari pertama kampanye militer, sebuah rudal jelajah Tomahawk AS menghantam sekolah putri Shajarah Tayyebeh, menewaskan sedikitnya 175 orang, sebagian besar anak-anak. Menurut otoritas Iran, lebih dari 1.300 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka sejak serangan AS-Israel dimulai.
Sementara itu, militer Israel mengumumkan bahwa mereka berencana untuk melanjutkan perangnya bersama AS melawan Israel setidaknya hingga tiga minggu lagi.
“Kami memiliki ribuan target di depan mata,” kata juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, kepada CNN, yang dilansir Senin (16/3/2026).
Militer AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa komandan senior.
Pada hari-hari pertama kampanye militer, sebuah rudal jelajah Tomahawk AS menghantam sekolah putri Shajarah Tayyebeh, menewaskan sedikitnya 175 orang, sebagian besar anak-anak. Menurut otoritas Iran, lebih dari 1.300 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka sejak serangan AS-Israel dimulai.
Israel Ingin Lanjutkan Perang 3 Minggu Lagi
Sementara itu, militer Israel mengumumkan bahwa mereka berencana untuk melanjutkan perangnya bersama AS melawan Israel setidaknya hingga tiga minggu lagi.
“Kami memiliki ribuan target di depan mata,” kata juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, kepada CNN, yang dilansir Senin (16/3/2026).
Lihat Juga :