Mengapa Iran Memiliki Dua Angkatan Bersenjata? Ini Sejarah dan Peran Artesh serta Garda Revolusi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:07 WIB
- Quds Force, unit elit yang menjalankan operasi di luar negeri.

Pasukan ini juga dikenal berperan besar dalam pengembangan program rudal dan drone Iran, serta operasi militer tidak langsung di kawasan Timur Tengah.

Melansir Al Jazeera, IRGC dan Basij kemudian mengambil peran yang lebih dalam pada tahap konflik selanjutnya. Tugas mereka adalah mengubah perang menjadi perang gesekan melalui operasi terdesentralisasi, penyergapan, perlawanan lokal, gangguan jalur pasokan, dan operasi fleksibel di berbagai medan, termasuk pusat kota, pegunungan, dan daerah terpencil.

Di sinilah Basij menjadi sangat penting. Awalnya didirikan atas perintah Ayatollah Ruhollah Khomeini, pasukan ini kemudian diintegrasikan lebih erat ke dalam struktur perang IRGC. Setelah tahun 2007, unit-unitnya digabungkan ke dalam sistem komando provinsi yang mencakup 31 provinsi di Iran, memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada komandan lokal untuk bertindak sesuai dengan kondisi geografis dan medan perang.

4. Strategi Mencegah Kudeta Militer

Keberadaan dua militer juga memiliki fungsi politik. Dengan struktur yang berbeda, kedua institusi tersebut secara tidak langsung saling mengawasi sehingga kecil kemungkinan terjadi kudeta militer terhadap pemerintah.

Model ini membuat stabilitas kekuasaan di Iran lebih terjaga, terutama dalam sistem politik yang sangat menekankan peran Pemimpin Tertinggi.

5. Pembagian Peran dalam Strategi Militer Iran

Dalam praktiknya, kedua kekuatan militer Iran memiliki fokus berbeda:

Artesh: perang konvensional dan pertahanan negara

IRGC: perang asimetris, rudal balistik, drone, serta operasi regional

Kombinasi tersebut membuat strategi militer Iran sering disebut sebagai “dual military structure”, sebuah sistem unik yang jarang ditemukan di negara lain.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!