Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS Meski 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Selasa, 10 Maret 2026 - 13:07 WIB
Drone canggih MQ-9 Reaper AS. Iran telah tembak jatuh 11 unit drone jenis ini sejak perang dimulai 28 Februari. Foto/Airman 1st Class William Rio Rosado/US Air Force
WASHINGTON - Militer Washington telah kehilangan 11 drone MQ-9 Reaper setelah ditembak jatuh pasukan Teheran sejak perang Amerika Serikat(AS)-Israel melawan Iran dimulai 28 Februari lalu. Total harga 11 drone canggih ini lebih dari USD330 juta (lebih dari Rp5,5 triliun).
Para pejabat Washington mengatakan kepada CBS News, Selasa (10/3/2026), bahwa dua drone MQ-9 Reaper baru-baru ini ditembak jatuh pasukan Teheran, sehingga total yang hancur menjadi 11 unit.
Baca Juga: Iran Tembak Jatuh 11 Drone Canggih MQ-9 Reaper, AS Tekor Rp5,5 Triliun
Drone MQ-9 Reaper adalah kendaraan udara tak berawak yang digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian, serta operasi serangan presisi.
Namun, para pejabat pertahanan AS mengatakan pesawat nirawak ini lebih mudah menjadi sasaran di lingkungan dengan sistem pertahanan udara canggih.
Drone ini awalnya dirancang untuk operasi kontra-terorisme di daerah dengan pertahanan udara terbatas, bukan di wilayah udara yang dijaga ketat.
MQ-9 Reaper memiliki kecepatan maksimum sekitar 480 kilometer per jam, jauh lebih lambat daripada jet tempur—yang dapat mencapai kecepatan antara sekitar 1.200 dan 1.900 mil per jam.
MQ-9 Reaper terutama digunakan sebagai aset pengumpulan intelijen dan secara sekunder melawan target eksekusi dinamis. Dengan waktu jelajah yang signifikan, sensor jangkauan luas, rangkaian komunikasi multi-mode, dan senjata presisi, pesawat nirawak Amerika ini memberikan kemampuan unik untuk melakukan serangan, koordinasi, dan pengintaian terhadap target bernilai tinggi, cepat, dan sensitif waktu.
Drone Reaper juga dapat melakukan misi dan tugas berikut: intelijen, pengawasan dan pengintaian, dukungan udara jarak dekat, pencarian dan penyelamatan tempur, serangan presisi, laser pendamping, pengawasan konvoi dan serangan, pembersihan rute, pengembangan target, dan panduan udara terminal. Kemampuan MQ-9 menjadikannya sangat memenuhi syarat untuk melakukan operasi perang tidak teratur dalam mendukung tujuan komandan tempur.
MQ-9 Reaper adalah bagian dari sistem pesawat nirawak. Sistem yang beroperasi penuh terdiri dari pesawat yang dilengkapi sensor dan senjata, stasiun kendali darat, Predator Primary Satellite Link dan peralatan cadangan beserta kru operasi dan pemeliharaan untuk misi 24 jam yang dikerahkan.
Para pejabat Washington mengatakan kepada CBS News, Selasa (10/3/2026), bahwa dua drone MQ-9 Reaper baru-baru ini ditembak jatuh pasukan Teheran, sehingga total yang hancur menjadi 11 unit.
Baca Juga: Iran Tembak Jatuh 11 Drone Canggih MQ-9 Reaper, AS Tekor Rp5,5 Triliun
Drone MQ-9 Reaper adalah kendaraan udara tak berawak yang digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian, serta operasi serangan presisi.
Namun, para pejabat pertahanan AS mengatakan pesawat nirawak ini lebih mudah menjadi sasaran di lingkungan dengan sistem pertahanan udara canggih.
Drone ini awalnya dirancang untuk operasi kontra-terorisme di daerah dengan pertahanan udara terbatas, bukan di wilayah udara yang dijaga ketat.
MQ-9 Reaper memiliki kecepatan maksimum sekitar 480 kilometer per jam, jauh lebih lambat daripada jet tempur—yang dapat mencapai kecepatan antara sekitar 1.200 dan 1.900 mil per jam.
Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS
MQ-9 Reaper terutama digunakan sebagai aset pengumpulan intelijen dan secara sekunder melawan target eksekusi dinamis. Dengan waktu jelajah yang signifikan, sensor jangkauan luas, rangkaian komunikasi multi-mode, dan senjata presisi, pesawat nirawak Amerika ini memberikan kemampuan unik untuk melakukan serangan, koordinasi, dan pengintaian terhadap target bernilai tinggi, cepat, dan sensitif waktu.
Drone Reaper juga dapat melakukan misi dan tugas berikut: intelijen, pengawasan dan pengintaian, dukungan udara jarak dekat, pencarian dan penyelamatan tempur, serangan presisi, laser pendamping, pengawasan konvoi dan serangan, pembersihan rute, pengembangan target, dan panduan udara terminal. Kemampuan MQ-9 menjadikannya sangat memenuhi syarat untuk melakukan operasi perang tidak teratur dalam mendukung tujuan komandan tempur.
MQ-9 Reaper adalah bagian dari sistem pesawat nirawak. Sistem yang beroperasi penuh terdiri dari pesawat yang dilengkapi sensor dan senjata, stasiun kendali darat, Predator Primary Satellite Link dan peralatan cadangan beserta kru operasi dan pemeliharaan untuk misi 24 jam yang dikerahkan.
Lihat Juga :