Iran Merespons Klaim Trump Perang Hampir Selesai: Karena Amunisi AS Segera Habis, Bicaralah yang Sebenarnya!
Selasa, 10 Maret 2026 - 09:39 WIB
"Saya pikir perang sudah sangat lengkap, hampir," katanya, berbicara dari klub golfnya di Doral, Florida.
"[Iran] tidak memiliki Angkatan Laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," lanjut Trump.
Militer AS mengatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target Iran pada minggu pertama operasi.
"Jika Anda perhatikan, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," kata Trump.
Pada Minggu malam, Iran mengumumkan bahwa Ayatollah Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya; almarhum Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran.
"Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak," kata presiden, menambahkan bahwa dia memiliki orang lain dalam pikirannya untuk memimpin Iran.
Kapal-kapal pengiriman komersial melalui Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global, praktis telah terhenti akibat perang Iran melawan AS-Israel sejak 28 Februari lalu.
Trump mengatakan AS dapat berbuat banyak tentang selat tersebut dan mengancam Iran jika menghambat jalur air tersebut.
"[Iran] tidak memiliki Angkatan Laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," lanjut Trump.
Militer AS mengatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target Iran pada minggu pertama operasi.
"Jika Anda perhatikan, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," kata Trump.
Pada Minggu malam, Iran mengumumkan bahwa Ayatollah Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya; almarhum Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran.
"Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak," kata presiden, menambahkan bahwa dia memiliki orang lain dalam pikirannya untuk memimpin Iran.
Kapal-kapal pengiriman komersial melalui Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global, praktis telah terhenti akibat perang Iran melawan AS-Israel sejak 28 Februari lalu.
Trump mengatakan AS dapat berbuat banyak tentang selat tersebut dan mengancam Iran jika menghambat jalur air tersebut.
Lihat Juga :