Kapal Penarik Tanker Dirudal Iran, 3 WNI Dilaporkan Hilang
Sabtu, 07 Maret 2026 - 18:35 WIB
Kapal Safeen Prestige yang terdaftar di Malta telah terombang-ambing sejak 4 Maret setelah dihantam di atas garis air di bagian buritan kapal yang menyebabkan kebakaran di ruang mesin. Awak kapal pengumpan meninggalkan kapal dan selamat serta tidak terluka setelah serangan tersebut.
Menurut Equasis, Mussafah 2 dikelola oleh Abu Dhabi Marine Serv Safeen dan dimiliki oleh Abu Dhabi Ports. Safeen adalah merek layanan maritim dari Abu Dhabi Ports dan juga mengoperasikan kapal pengangkut kontainer regional Safeen Feeders. Kapal Safeen Prestige berkapasitas 1.740 TEU dimiliki oleh Transmar International Shipping. dari Abu Dhabi.
Sementara itu, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan pada tanggal 6 Maret 2026 menerima laporan terkait insiden yang menimpa 1 tug boat bernama Musaffah 2, berbendera Uni Emirat Arab (UEA). Insiden terjadi di Selat Hormuz, diantara perairan UEA dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di UEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini.
"Perwakilan RI segera berkoordinasi dengan otoritas UEA dan Oman, dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total 7 personil berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina. 4 awak selamat, sedangkan 3 awak lainnya masih dalam proses pencarian," demikian keterangan PWNI Kemlu.
Menurut Equasis, Mussafah 2 dikelola oleh Abu Dhabi Marine Serv Safeen dan dimiliki oleh Abu Dhabi Ports. Safeen adalah merek layanan maritim dari Abu Dhabi Ports dan juga mengoperasikan kapal pengangkut kontainer regional Safeen Feeders. Kapal Safeen Prestige berkapasitas 1.740 TEU dimiliki oleh Transmar International Shipping. dari Abu Dhabi.
Sementara itu, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan pada tanggal 6 Maret 2026 menerima laporan terkait insiden yang menimpa 1 tug boat bernama Musaffah 2, berbendera Uni Emirat Arab (UEA). Insiden terjadi di Selat Hormuz, diantara perairan UEA dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di UEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini.
"Perwakilan RI segera berkoordinasi dengan otoritas UEA dan Oman, dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total 7 personil berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina. 4 awak selamat, sedangkan 3 awak lainnya masih dalam proses pencarian," demikian keterangan PWNI Kemlu.
Lihat Juga :