Waktunya Pembalasan, Rusia Diam-diam Terlibat dalam Perang Iran Lawan AS-Israel

Sabtu, 07 Maret 2026 - 12:30 WIB
Tidak seperti Amerika Serikat, Iran hanya memiliki sejumlah kecil satelit militer dan tidak memiliki konstelasi satelit lengkap yang mampu melacak pergerakan militer global.

Sebaliknya, Rusia mengoperasikan jaringan satelit intelijen dan platform pengawasan yang canggih yang dikembangkan selama beberapa dekade persaingan militer dengan NATO.

Menurut para analis, akses ke citra atau intelijen sinyal Rusia dapat memungkinkan pasukan Iran untuk mengidentifikasi aset AS yang rentan seperti sistem radar, posisi pesawat, atau struktur komando sementara.

Washington Post melaporkan kualitas pengumpulan intelijen Rusia tetap termasuk yang terbaik di dunia.

Seorang pejabat yang dikutip surat kabar tersebut mengatakan Rusia masih termasuk di antara kekuatan intelijen paling maju di dunia.

Kerja sama intelijen ini juga mencerminkan semakin dalamnya kemitraan militer antara Moskow dan Teheran.

Sejak dimulainya perang Ukraina pada tahun 2022, Iran telah menjadi salah satu mitra strategis terpenting Rusia.

Iran menyediakan teknologi kepada Rusia untuk memproduksi drone serang berbiaya rendah, yang telah digunakan Moskow secara luas untuk melumpuhkan pertahanan udara Ukraina.

Sekarang, menurut para pejabat yang dikutip Washington Post, bantuan intelijen tersebut mungkin merupakan bentuk timbal balik strategis.

“Rusia sangat menyadari bantuan yang kami berikan kepada Ukraina,” kata seorang pejabat, merujuk pada dukungan intelijen Barat untuk Kyiv.

“Saya pikir mereka sangat senang untuk mencoba membalas budi.”

Baca juga: Harga Minyak Meroket ke Level Tertinggi Sejak 2023 karena Perang, Bisa Tembus Berapa?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!