Awas! Kurma Israel Diduga Dijual di Pasar Dunia dengan Label Berbeda

Jum'at, 20 Februari 2026 - 16:31 WIB
Istilah "pencucian kurma" digunakan oleh para kritikus untuk menggambarkan praktik di mana kurma yang diproduksi di pemukiman dipasarkan dengan label asal alternatif, termasuk Belanda, Maroko, UEA, atau Palestina.

Beberapa perwakilan sektor menuduh produk pemukiman dicampur ke dalam rantai pasokan Palestina melalui perantara. Yang lain mengklaim perbedaan antara deklarasi resmi dan volume pasokan aktual memungkinkan produk asal permukiman Israel diekspor dengan merek Palestina.

Otoritas Palestina sebelumnya telah melakukan tindakan penegakan hukum. Pada tahun 2014, Kementerian Ekonomi Nasional Palestina dilaporkan menyita 20 ton kurma Israel yang akan dijual dengan label "produk Palestina". Investigasi serupa telah dilakukan.

Telah dilaporkan pada tahun-tahun berikutnya.

Aturan Pelabelan Uni Eropa



Uni Eropa menerapkan persyaratan pelabelan khusus untuk produk yang berasal dari permukiman Israel.

Berdasarkan putusan Mahkamah Eropa tahun 2019, pelabelan barang-barang permukiman hanya sebagai "produk Israel" dianggap tidak cukup; asal permukiman harus ditunjukkan dengan jelas untuk menghindari menyesatkan konsumen.

Para ahli mendesak konsumen Eropa untuk meninjau informasi asal dengan cermat saat membeli dan menyerukan transparansi yang lebih besar mengenai produk yang disalurkan melalui negara perantara atau yang memiliki label regional yang tidak jelas.

Sementara itu, sektor pertanian Israel dilaporkan menghadapi tekanan signifikan di tengah kampanye boikot dan gangguan logistik yang terkait dengan konflik Gaza.

Produsen Israel telah memperingatkan sektor tersebut hampir runtuh, menurut laporan di media Israel.

Aktivisme konsumen dan tekanan akar rumput di pasar Eropa, yang secara historis merupakan salah satu tujuan ekspor terbesar Israel, telah mendorong beberapa pengecer untuk menilai kembali kebijakan pengadaan mereka.

Co-op yang berbasis di Inggris telah menghentikan pengadaan barang dari Israel, sementara kampanye boikot semakin gencar di negara-negara seperti Belgia dan Irlandia.

Baca juga: Militer AS Siap Serang Iran Paling Cepat Hari Sabtu, Tunggu Keputusan Trump
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!