80 Jet Tempur AS Siap Gempur Iran, Apa Saja Strategi Pasang Badan Rusia untuk Teheran?
Kamis, 19 Februari 2026 - 10:46 WIB
Ia menambahkan bahwa meningkatnya ketegangan dapat merusak perbaikan hubungan antara Iran dan negara-negara tetangga, khususnya Arab Saudi.
“Tidak ada yang menginginkan peningkatan ketegangan. Semua orang mengerti bahwa ini sama saja bermain api,” katanya.
“Apa tujuannya, kita belum tahu. Bisakah itu ditahan? Akankah pihak lain terlibat? Ini semua adalah pertanyaan yang sangat penting, dan kita belum memiliki jawabannya,” katanya.
“Terus terang, saya belum melihat dasar untuk kesepakatan,” tambahnya. “Sepertinya pembicaraan ini tidak terlalu mendalam. Hanya berlangsung beberapa jam… Dan kita memang menghadapi persiapan yang sangat besar. Jadi saya sangat khawatir.”
“Kita semua akan dengan cemas memantau berita selama beberapa hari ke depan,” katanya.
“Konsekuensinya tidak baik,” kata Lavrov dalam wawancara dengan televisi Al-Arabiya Arab Saudi, yang diunggah di situs web kementeriannya. “Sudah ada serangan terhadap Iran di situs-situs nuklir yang berada di bawah kendali Badan Energi Atom Internasional. Dari apa yang dapat kita nilai, ada risiko nyata terjadinya insiden nuklir.”
Ia menambahkan bahwa meningkatnya ketegangan dapat merusak perbaikan hubungan antara Iran dan negara-negara tetangga, khususnya Arab Saudi.
“Tidak ada yang menginginkan peningkatan ketegangan. Semua orang mengerti bahwa ini sama saja bermain api,” katanya.
“Tidak ada yang menginginkan peningkatan ketegangan. Semua orang mengerti bahwa ini sama saja bermain api,” katanya.
3. Invasi Dilakukan dalam Waktu Dekat
Barbara Slavin, seorang peneliti terkemuka di Stimson Center, mengatakan dia memperkirakan akan ada serangan lebih lanjut terhadap Iran oleh AS dan Israel, mungkin dalam waktu dekat.“Apa tujuannya, kita belum tahu. Bisakah itu ditahan? Akankah pihak lain terlibat? Ini semua adalah pertanyaan yang sangat penting, dan kita belum memiliki jawabannya,” katanya.
“Terus terang, saya belum melihat dasar untuk kesepakatan,” tambahnya. “Sepertinya pembicaraan ini tidak terlalu mendalam. Hanya berlangsung beberapa jam… Dan kita memang menghadapi persiapan yang sangat besar. Jadi saya sangat khawatir.”
“Kita semua akan dengan cemas memantau berita selama beberapa hari ke depan,” katanya.
“Konsekuensinya tidak baik,” kata Lavrov dalam wawancara dengan televisi Al-Arabiya Arab Saudi, yang diunggah di situs web kementeriannya. “Sudah ada serangan terhadap Iran di situs-situs nuklir yang berada di bawah kendali Badan Energi Atom Internasional. Dari apa yang dapat kita nilai, ada risiko nyata terjadinya insiden nuklir.”
Ia menambahkan bahwa meningkatnya ketegangan dapat merusak perbaikan hubungan antara Iran dan negara-negara tetangga, khususnya Arab Saudi.
“Tidak ada yang menginginkan peningkatan ketegangan. Semua orang mengerti bahwa ini sama saja bermain api,” katanya.
(ahm)
Lihat Juga :