Senator AS: Mohammed bin Salman Harus Hentikan Perseteruan Arab Saudi dengan UEA

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:54 WIB
MEE mengungkapkan pada hari Rabu bahwa UEA menekan kelompok-kelompok lobi pro-Israel, termasuk Komite Yahudi Amerika, yang memiliki kantor di Abu Dhabi, untuk mengutuk Arab Saudi atas dugaan anti-Semitisme.

Para komentator Arab Saudi dengan keras menolak anggapan bahwa kritik terhadap Israel, dan kemitraan UEA dengannya, sama dengan anti-Semitisme.

“UEA tahu bahwa anti-Semitisme adalah isu sensitif di AS, jadi mereka mencoba memanipulasinya dengan sekutu Israel untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi klaim ini keterlaluan dan sepenuhnya salah,” kata Dr Ahmed Altuwaijri, seorang akademisi Arab Saudi dan mantan dekan di King Saud University di Riyadh, kepada MEE.

Ironisnya, dengan menyangkal bahwa penguasa UEA adalah seorang Zionis, Graham tampaknya mengakui bahwa tuduhan yang dilayangkan terhadap UEA atas hubungannya yang erat dengan Israel dapat merusak kedudukannya di kawasan tersebut.

Pemerintahan Trump belum secara terbuka ikut campur dalam perselisihan ini, tetapi Graham adalah sekutu dekat Trump dan pendukung setia Israel.

Hubungan antara UEA dan Arab Saudi telah tegang selama bertahun-tahun, tetapi ketegangan tersebut pecah secara spektakuler pada bulan Desember ketika Arab Saudi memimpin serangan balasan terhadap sekutu UEA di Yaman. Riyadh kemudian berupaya mengusir UEA dan proksi lokalnya dari negara tersebut.

Di seberang Laut Merah, UEA dan Arab Saudi berselisih mengenai Sudan, di mana kerajaan tersebut, bersama dengan Turki dan Mesir, mendukung tentara Sudan melawan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang didukung oleh UEA.

Arab Saudi juga semakin mendekat ke Eritrea dan Somalia seiring UEA memperdalam hubungan dengan Ethiopia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!