Perseteruan AS-Eropa Pecah, Sekutu NATO Berani Menentang Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:17 WIB
Pernyataan tersebut menandai pertama kalinya perbedaan pendapat mengenai inisiatif Gaza Trump muncul secara terbuka di tingkat tinggi. Pertemuan Dewan Perdamaian dijadwalkan akan berlangsung di Washington minggu depan di tengah ketidakpastian mengenai keberlanjutan gencatan senjata Gaza.

Para pejabat AS menolak kritik keras sekutu-sekutu NATO Eropa tersebut.

Dalam pertukaran argumen yang digambarkan oleh The Guardian berlangsung "sengit", Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menepis apa yang disebutnya sebagai "kekhawatiran berlebihan" tentang Dewan Perdamaian. Dia mengatakan status quo perang berulang, dengan Hamas menguasai Gaza, harus dipecahkan.

Dia mengonfirmasi bahwa Indonesia telah setuju untuk menyumbangkan 8.000 tentara ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), dengan pengumuman lebih lanjut tentang penempatan pasukan diharapkan dalam minggu mendatang.

Waltz juga mengeklaim beberapa negara tidak nyaman menyalurkan miliaran dolar dana rekonstruksi melalui sistem PBB.

Menggambarkan pendekatan Trump sebagai "multilateralisme terfokus", dia mengatakan perlu untuk mengurangi peran PBB dan membuatnya kembali ke dasar-dasar perdamaian.

Perwakilan tinggi untuk Gaza yang ditunjuk Trump, Nickolay Mladenov, berusaha menghindari perselisihan politik dan malah menekankan urgensi di lapangan.

“Semua ini perlu bergerak sangat cepat. Jika tidak, kita tidak akan menerapkan fase kedua gencatan senjata, tetapi fase kedua perang,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!