Drone Kamikaze Iran Jadi Momok Menakutkan bagi Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:03 WIB

2. Iran Memiliki Kapal Induk Drone

Ya, memang. Strategi Iran menempatkan drone Shahed yang murah — yang dibawa hingga 60 unit per "kapal induk" — dalam kawanan besar melawan kelompok serang kapal induk AS seperti USS Abraham Lincoln.

Kapal induk tersebut baru-baru ini menjadi sasaran Shahed-139. Sebuah jet tempur F-35 AS menembak jatuh drone tersebut sebelum mendekat secara berbahaya.

Pertahanan tradisional AS seperti Sistem Tempur Aegis dengan pencegat SM-2, senjata CIWS Phalanx, dan Rudal Rolling Airframe (RAM) dapat menangani jumlah yang kecil.

3. 1.000 Drone Bisa Menyerang Sekaligus

Ini merupakan tantangan serius. Di Laut Merah dan Samudra Hindia, misalnya, pasukan Houthi telah meluncurkan ratusan drone dan rudal jelajah anti-kapal yang menargetkan kapal komersial dan militer.

Menangani setiap drone tersebut dengan tingkat akurasi 100% menggunakan senjata konvensional akan sangat sulit: karena amunisi senjata konvensional terbatas dan biaya per tembakan tinggi — SM-2 berharga jutaan dolar per unit dibandingkan dengan drone Iran yang berharga USD1.000-USD20.000.

Dalam perang asimetris, senjata elektronik semakin relevan. Senjata elektronik menawarkan potensi untuk menetralisir kawanan drone tanpa menghabiskan rudal pencegat yang mahal.

Sebuah "kawanan" drone yang terdiri dari 1.000 drone, atau bahkan lebih, merupakan ancaman utama bagi aset bernilai tinggi yang dilindungi oleh senjata berbasis proyektil.

Namun, senjata baru telah dikembangkan untuk mengatasi ancaman tersebut, yang menandakan pergeseran "diam-diam" menuju peperangan elektromagnetik.

Baca Juga: 7 Negara yang Mengoperasikan Kapal Induk, Indonesia Segera Masuk Daftar

4. Mampu Menimbulkan Ledakan Besar

Itu tergantung pada siapa yang menguasai langit, atau spektrum yang tak terlihat. Perlombaan senjata saat ini bukan lagi hanya tentang siapa yang memiliki ledakan terbesar.

Ini akan tentang siapa yang memiliki energi paling besar, penargetan AI paling cerdas, dan tumpukan elektronik paling canggih yang beroperasi dalam skala besar. Ini melampaui pertempuran konvensional — ini adalah peperangan elektronik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!