Gubernur di Korsel Usul Impor Wanita Vietnam untuk Atasi Krisis Populasi, Picu Kemarahan
Selasa, 10 Februari 2026 - 07:37 WIB
Kim Hee-soo, gubernur di Korea Selatan yang memicu kemarahan publik karena mengusulkan impor wanita muda dari Vietnam dan Sri Lanka untuk atasi krisis populasi. Foto/Korea Herald
SEOUL - Seorang gubernur di Korea Selatan (Korsel) memicu kemarahan publik setelah mengusulkan impor wanita muda dari Vietnam dan Sri Lanka untuk mengatasi krisis populasi. Penggunaan narasi "impor wanita" itu dinilai telah merendahkan martabat manusia.
Menurut laporan dari BBC, Selasa (10/2/2026), Gubernur Kabupaten Jindo di Provinsi Jeolla Selatan, Kim Hee-soo, sekarang telah dikeluarkan dari Partai Demokrat (DPK) yang berkuasa di Korea Selatan gara-gara usulan kontroversialnya.
Baca Juga: Korea Selatan Tutup 4.008 Sekolah karena Populasi Pelajar Menyusut Drastis
Usulan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan publik pekan lalu, di mana Kim Hee-soo mengatakan bahwa wanita muda dari negara-negara seperti Vietnam atau Sri Lanka dapat dinikahkan dengan pria muda Korea Selatan di daerah pedesaan untuk meningkatkan angka kelahiran.
Usulan itu memicu penolakan dan kemarahan. Kedutaan Besar Vietnam di Seoul dan Asosiasi Wanita Vietnam di Korea memberikan teguran keras dalam surat yang dikirim ke administrasi Kabupaten Jindo.
Menurut laporan dari BBC, Selasa (10/2/2026), Gubernur Kabupaten Jindo di Provinsi Jeolla Selatan, Kim Hee-soo, sekarang telah dikeluarkan dari Partai Demokrat (DPK) yang berkuasa di Korea Selatan gara-gara usulan kontroversialnya.
Baca Juga: Korea Selatan Tutup 4.008 Sekolah karena Populasi Pelajar Menyusut Drastis
Usulan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan publik pekan lalu, di mana Kim Hee-soo mengatakan bahwa wanita muda dari negara-negara seperti Vietnam atau Sri Lanka dapat dinikahkan dengan pria muda Korea Selatan di daerah pedesaan untuk meningkatkan angka kelahiran.
Usulan itu memicu penolakan dan kemarahan. Kedutaan Besar Vietnam di Seoul dan Asosiasi Wanita Vietnam di Korea memberikan teguran keras dalam surat yang dikirim ke administrasi Kabupaten Jindo.
Lihat Juga :